POJOKSATU.id, MEDAN—Sosok Bonio Raja Gadja (18) mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Medan Area (UMA) yang tewas di rumahnya di Gang Rambe, Marindal II, Patumbak, Deli Serdang, ternyata mengelola kos-kosan milik keluarganya.

Diduga pembunuhan mahasiswa UMA ini bermotif perampokan untuk menguasai harta milik korban. Korban juga baru menagih uang sewa dari salah satu kos-kosan mereka.

Harta benda milik korban seperti sepeda motor, handphone atau ponsel, kartu ATM, dan STNK hilang dari rumah korban.

Baca Juga: Kisah Tragis Mahasiswa UMA Medan, Kamis Main Biliar Bareng Kawan, Jumat Ditemukan Tewas di Rumah

Salah satu penyewa kosan milik korban, Rahmadani menuturkan, Bonio sudah lama tinggal di rumah tersebut.

Rumah ini dihuni Bonio bersama kakaknya, Diva, dan sekaligus digunakan untuk mengelola kos-kosan di belakang.

“Dia sudah lama tinggal di sini. Mereka rumah sendiri dan ini rumah keluarganya sendiri. Sekalian dia juga mengelola kos-kosan yang ada di belakang,” ujar Rahmadani perempuan bertubuh bongsor ini.

Sementara itu Johar Gadja, ayah Bonio, belum dapat berkesimpulan apapun mengenai pembunuhan anaknya. Pihak keluarga menunggu hasil autopsi dari dokter.

Baca Juga: Kronologi Mahasiswa UMA Tewas Dibunuh di Rumahnya di Marindal, Pelaku Diduga Bukan Orang Jauh

Namun dia menyebutkan barang-barang milik anaknya banyak yang hilang dari rumah mereka.

"Ada yang hilang barang-barang anak saya, di antaranya sepeda motor, handphone, kartu ATM, STNK hilang semua,” katanya.

Bonio beberapa hari belakangan ini tinggal sendirian di rumah tersebut, namun terkadang dia membawa temannya ke rumah.

“Dia tinggal sendirian. Cuma kadang membawa kawannya ke kontrakan," kata pria yang juga Kepala Desa Parmonangan Kecamatan Pakkat Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) itu.

"Saat ditemukan bersimbah darah, terdapat sejumlah luka di tubuh anak saya. Di antaranya gigi rontok, leher, dahi, lebam semua. Tangannya juga terluka," katanya.***