POJOKSATU.id, MEDAN— Sosok Asprina Surbakti merupakan perempuan kelahiran 1988 atau usianya saat dibunuh oleh dua tukang bangunan baru sekitar 38 tahun.

Dikutip dari Ditjen Dikti Kemdiktisaintek menjabat sebagai dosen sekaligus Wakil Rektor IT&B Kabanjahe.

Dalam kehidupan pribadinya, Asprina tinggal seorang diri di dalam rumahnya di Kompleks J-Kesain, Blok C1 Nomor 2, Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumut.

Asprina selama ini disebut belum menikah. IT&B Kabanjahe adalah salah satu kampus swasta di Jalan Letjen Jamin Ginting, Desa Sumber Mufakat, Kabanjahe, Karo.

Baca Juga: Dirampok hingga Tewas, Motif Pembunuhan Wakil Rektor II ITB Kabanjahe Belum Diungkap Polisi


Asprina sudah mengajar di kampus tersebut sejak tahun ajaran 2023-2024 atau baru sekitar dua tahun.

Ia kini memiliki jabatan lektor dengan status ikatan kerja sebagai dosen tetap.

Sementara riwayat pendidikannya dimulai dari menempuh S1 Sarjana Komputer di Sekolah Tinggi Teknik Poliprofesi Medan (2011).

Ia kemudian mengambil S2 Magister Komputer pada Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer ERESHA (STMIK ERESHA) Jakarta Selatan (2014).

Selama mengajar, Asprina juga aktif melakukan penelitian hingga pengabdian masyarakat, seperti:

Baca Juga: Tak Terima Diancam, LSM KCBI Dilaporkan Usai Bela Siswi SMAN 1 Kabanjahe Dihina Oknum Guru BK

-Game Edukasi Untuk Anak TK Dan Dampak Penggunaan Android Di TK Bintang Timur P. Siantar -(2023)

-Digitalisasi Surat Menyurat Untuk Perangkat Desa Di Desa Ajibuhara Kec.Tigapah Kab. Karo (2023)

-Sosialisasi Dampak Positif Dan Negatif Perkembangan Teknologi Komputer Pada Bidang Pendidikan Di Sekolah

-SMP Swasta Ora Et Labora 2024

-Sosialisasi Aplikasi Pelayanan Surat Pada Kantor Desa Guru Benua 2025

-Penyuluhan Pemahaman Dan Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intellegence) Dalam Pembelajaran Bagi Pelajar 2026.***