POJOKSATU.id, SURABAYA -- Sosok Angeline Nathania ternyata mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Surabaya (Ubaya) yang pintar dengan IPK mencapai 3, 27.
Sosok Angeline Nathania kini duduk di semester 6 atau sudah 3 tahun kuliah di Ubaya Surabaya.
Sebagai mahasiswa semester 6, selama ini
Angelina Nathania dikenal cukup aktif di kampus.
Dekan Fakultas Hukum Ubaya, Dr. Yoan Nursari Simanjuntak mengungkap Angelina Nathania menjalani kehidupan kampus dengan baik dan memiliki hubungan sosial yang baik dengan teman-teman sejawatnya.
Angelina juga meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) baik, yakni 3,277.
"Selama proses belajar di Fakultas Hukum, tidak pernah terlihat adanya kendala dalam bersosialisasi dengan sesama mahasiswa maupun dosen," katanya.
"Kondisi ini membuat pihak kampus merasa sangat berduka atas peristiwa tragis yang menimpanya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan ini," ungkap Dr Yoan dilansir Suryacoid.
Diakui Yoan, kasus tewasnya , Angelina telah mengejutkan seluruh civitas akademika kampus.
Pihaknya menyerahkan proses hukum terkait peristiwa tragis tersebut sepenuhnya kepada pihak Kepolisian.
Meski begitu, Fakultas Hukum Ubaya melalui Lembaga Biro Bantuan Hukum (LBH) menyatakan kesiapannya untuk mendampingi keluarga korban dalam proses hukum selanjutnya.
"Seluruh jajaran Fakultas Hukum Ubaya dan keluarga besar Ubaya juga telah sepakat untuk menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak Kepolisian, agar dapat dilakukan penyelidikan yang objektif dan menyeluruh," terangnya.
Tak hanya itu, dikatakan Yoan bahwa rekan mahasiswa, dosen, dan alumni terus menyuarakan doa dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kesedihan mendalam atas kepergian Angeline Nathania dirasakan oleh teman-temannya, yang kemudian secara sukarela menggalang dana dukacita sebagai bentuk penghormatan terakhir.
"Semoga keluarga korban diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi kepergian Angeline Nathania," katanya.
Stefanie salah seorang mahasiswi Ubaya mengatakan korban semasa hidup dikenal sosok yang humble dan jago bermain alat musik.
"Gak menyangka kisah Angelina seperti ini. Saya berharap ini yang terakhir tidak akan terjadi lagi," ujar Stefani.
Sementara itu, polisi mendatangi apartemen yang disebut-sebut sempat dikunjungi Angeline dan guru lesnya.
Dalam rekaman CCTV, Rochmat terlihat memarkir mobil Angeline di apartemen itu pada 3 Mei 2023.
Setelah ditangkap di Malang, guru les gitar itu akhirnya mengaku telah membunuh Angeline.
Adapun motif Rochmat yakni merampas mobil Angeline yang digunakan untuk membayar utang.
"Saya berharap pelaku bisa dapat hukuman setimpal," ucap Ana, ibu Angeline Nathania , Jumat (9/6/2023).
(ikror/pojoksatu)




