POJOKSATU.ID – Inilah sosok Aliyuddin, mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 5 Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Seperti diketahui, belum lama ini nama Aliyuddin tengah ramai jadi perbincangan hangat para publik.

Tidak lain, hal ini dikarenakan mantan Kepsek SMAN 5 Sinjai tersebut mengaku tengah diintimidasi oleh pihak instansi pendidikan.

Baca Juga: Kronologi Kasus Aliyuddin, Mantan Kepsek SMAN 5 Sinjai Minta Tolong Polda Sulsel Usai Ngaku Diintimidasi

Oleh karena itu, Aliyuddin yang tidak terima dengan perlakuan para pelaku sontak melaporkan kasus tersebut ke pihak Polda Sulsel.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook Sinjai Updates pada Rabu (21/5/2025).

Dalam unggahannya, banyak publik menyoroti kasus dugaan intimidasi tersebut ke mantan Kepsek SMAN 5 Sinjai.

Baca Juga: SPMB Jatim 2025 Untuk SMA dan SMK Resmi Dimulai: Ini Jadwal Lengkap Pengisian dan Verifikasi Rapor, Pastikan Berkas Lengkap

Beberapa di antaranya juga turut mempertanyakan kondisi yang sebenarnya terjadi kepada para pihak instansi pendidikan.

“Bagaimana fasilitasi dan perhatian PGRI???? Dimana mereka, kok membiarkan anggotanya diperlakukan seperti berita ini,” cuit @AalAssagaf.

“Sudah lama peristiwanya ini, sekarang beliau guru mapel kayaknya di Borong,” ketikan akun @BinBollo.

Baca Juga: Islah Bahrawi Ungkap Nama Pak Menteri Sering Disebut di Dakwaan Judol, Uang Disamarkan Bingkisan Kopi

Perlu diketahui, dugaan intimidasi ini bermula sejak Aliyuddin dimutasi dari jabatannya sebagai kepsek pada 2022 silam.

Yang mana, dimutasinya Aliyuddin dari jabatannya ini diketahui lantaran adanya aksi demonstrasi dari para murid.

Berdasarkan informasi dihimpun, aksi demonstrasi itu muncul lantaran Aliyuddin dituding bekingi siswa yang terlibat kasus tindak pidana.

Baca Juga: Badai COVID-19 Melonjak Drastis di 3 Negara, Ini Penyebab Penyebaran Virus

Oleh karena itu, mantan Kepsek SMAN 5 Sinjai ini dimutasi ke Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel untuk mengurus bagian administrasi.

“Sebagai imbas dari gejolak tersebut, pada 29 September 2022, saya yang saat itu menjabat sebagai Kepala SMAN 5 Sinjai dipindahtugaskan,” jelasnya.

“Untuk mendata sarana dan prasarana (sarpras) seluruh SMA se-Sulsel,” lanjut Aliyuddin dari unggahan akun.

Baca Juga: Cara Lakukan Perubahan Nama Siswa Pada Pengelolaan E Ijazah, Langsung Cek Langkah-langkahnya!

“Tugas tersebut berhasil saya selesaikan dan menjadi acuan bagi Disdik Sulsel dalam monitoring dan evaluasi Dapodik se-Sulsel,” imbuhnya.

Namun, dirinya yang tidak lagi menjaabat sebagai Kepsek SMAN 5 Sinjai itu mendadak mendapatkan intimidasi dari pihak-pihak terkait.

Mulai dari Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, hingga oknum guru yang bertentangan dengan Aliyuddin.

Baca Juga: Dokter Tifa Anggap Jokowi Berniat Mau Penjarakan Akademisi Soal Polemik Ijazah Miliknya

Hingga kini, kasus tersebut masih terus bergulir di media sosial lantaran belum menemukan titik terang. ***