POJOKSATU.id, TEMANGGUNG—Satu keluarga yang terdiri dari ibu dan ayah beserta dua anak lelakinya yang sudah besar tewas di dalam tenda glamping di kawasan wisata Posong, Temanggung.

Semasa hidup keluarga ini berjualan di Pasar Lanang, Ambarawa, mengelola toko buah dan grosir. Polisi masih menyelidik penyebab kematian empat orang anggota keluarga ini.

Dugaan awal, keempat korban meninggal karena makan daging berbeque yang mereka bawa pada Rabu (27/5) atau perayaan Idul Adha 1447 H.

Baca Juga: Ali Bersama Istri dan 2 Anaknya Tewas di Tenda Glamping di Temanggung Saat Hari Raya, Ini Penyebabnya

Adik sepupu, Muhamad Faerudin mengatakan, sehari menjelang Idul Adha, Ali Munawar sempat menyerahkan hewan kurban untuk musala di Dusun Bendosari, Desa Kebumen, atau di kampung mereka.

"Sebelum pergi sempat menyerahkan satu kambing kurban untuk musala di lingkungan Bendosari," jelasnya, Kamis (28/5/2026).

Di mata warga, Ali Munawar dan keluarga dikenal dermawan serta ramah meski hanya sepekan sekali datang ke Dusun Bendosari untuk menengok kebun anggur dan alpukat mereka.

Keempat korban berasal dari di Dusun Bendosari RT 04 RW 08, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Semasa hidup, keluarga ini mengelola toko di Ambarawa. Di sela aktivitasnya itu, mereka juga mengelola kebun anggur dan alpukat di Dusun Bendosari.

Baca Juga: Kejutkan Peta Politik Bengle, Karna Mundur lalu Gabung Dukung Teh Alya

"Tidak hanya Ali dan Maghfirah, anak- anaknya, Bagas dan Alvino juga cukup baik dengan warga di lingkungan Dusun Bendosari ini," jelasnya.

Kerabat lain, Asadi (51) menambahkan, Bagas Amar Hakiki (21) merupakan mahasiswa Sastra Perancis di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan merencanakan wisuda pada Agustus 2026.

"Skripsinya hampir selesai dan Bagas juga menargetkan bisa ikut wisuda UGM pada Agustus."

Sementara Alfino Evan Hakiki, lanjutnya, selama ini aktif dalam kegiatan olahraga taekwondo.

"Dia salah satu atlet muda Pengkab Taekwondo Indonesia Kabupaten Semarang," tambahnya.

 

Dugaan Keracunan

Penyelidikan awal polisi, ada dugaan keracunan dari makanan dari keluarga ini saat glamping di wisata Posong.

"Kalau indikasi awal, kemungkinan (keracunan)," ungkap Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra kepada wartawan di RSUD Temanggung, Kamis (28/5/2026).

"Barbeque yang dibawa sendiri oleh korban. Kemungkinan dari makanan yang dibawa korban sendiri," imbuh Komang.

Komang mengatakan, sampel makanan berupa barbeque itu dicek di Laboratorium Forensik Polda Jateng.

"Itu semuanya di lokasi kamping, tenda kamping. Untuk saat ini kami dari tim identifikasi dan dibantu oleh DVI Polda telah melaksanakan pemeriksaan autopsi," urai Komang, kemarin.

"Dan untuk makanan yang dibawa dari korban, itu sedang kami laksanakan pemeriksaan di laboratorium di Labfor Polda Jateng," tegasnya.

Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui penyebab tewasnya korban.***