POJOKSATU.id, MEDAN— Sosok AHS, suami dari Faizah Soraya (42) yang disebut dibunuh anaknya inisial SAS murid kelas 6 SD perlahan mulai terkuak.
AHS disebut seorang manajer di perusahaan BUMN. AH disebut-sebut merupakan pegawai bagian enginer di sana.
Dilihat dari akun Linkedln yang bisa diakses publik, AH berprofesi sebagai engineer di perusahaan provider. Dia sudah berkiprah di sana selama 16 tahun.
Dari Linkedln juga bisa diketahui jabatannya saat ini sebagai Enginer Qonsumer SQA.
Namun kepastian apakah AH bekerja di BUMN ini belum mendapat balasan dari Humas Telkomsel Sumbagut, Linda Sinaga.
Beberapa kali dikonfirmasi pada Minggu sore (14/12), Linda tak kunjung memberikan balasan baik melalui pesan WhatsApp (WA) maupun telepon langsung terkait AH ini.
Berita sebelumnya, saudara Faizah Soraya, Dimas, kepada wartawan, Sabtu (13/12) mengatakan hubungan rumah tangga AH dengan Soraya sudah tidak lagi harmonis.
"Dalam 5 tahun terakhir suami korban doyan selingkuh dan diduga ada hutang (mungkin akibat judol)," tulis Dimas.
Dimas mengungkap bahwa AH memiliki jabatan mentereng sebagai seorang manager di BUMN dan beberapa kali ketahuan selingkuh.
Ia mengungkap sebenarnya Faizah Soraya menolak bercerai meski sudah dikhianati AH.
"Si korban tidak mau bercerai karena korban adalah anak dari orang tua yang bercerai. Korban tidak mau anaknya merasakan seperti apa yang dia rasakan jadi korban perpisahan," katanya dilansir Tribunbogor.
AH dan Faizah sudah tidak tidur sekamar lagi. Selama menjalani rumah tangga, AH tidur di kamar lantai dua.
Sedangkan Faizah di lantai satu bersama dua putrinya yang sudah duduk di bangku SMA dan kelas 6 SD.
Kata Dimas, selama menjalani rumah tangga, keduanya sering terlibat cekcok.
Baca Juga: Polwan Polres Karawang Patroli di CFD, Warga Merasa Lebih Aman
"Bertahan dengan pernikahan selama 5 tahun belakangan. Cekcok ? sudah pasti berulang kali," kata Dimas.
Melalui akun Instagram @pakdebrewok2122, pemilik akun ini mengaku sebagai pihak keluarga korban.
Menurutnya, keluarga tak percaya jika korban dibunuh oleh SAS.
Apalagi motif pembunuhan yakni karena dendam sang ibu memarahi kakaknya.
"Izin klarifikasi karna ini keluarga saya. Kejadian subuh pagi, diduga si adek bunuh mamanya,”katanya.
“Kami sekeluarga gak percaya karna alasan yang gak masuk di logika bahwa adeknya dendam karna kakaknya di marahin mama nya," tulis dia.
Pihak keluarga pun meminta penyidik untuk bisa menyelidiki dugaan adanya keterlibatan Alham.
"Dan semua adalah alibi si ayah nya bilang adeknya di kamar megang pisau bunuh mama nya dan dia katanya tidur di atas jadi gak dengan katanya tolong pak polisi selidiki ini jantan dan sekarang si jantan ini bisa keluar kemana2," kata dia.
Dirinya juga tak percaya kalau SAS bisa melakukan hal itu.
"Logika ini adek masih kelas 6 SD bukan SMP ya kawan2 dan luka tusuk ada 20 tusukan logika aja gak teriak mamaknya klok gak di bekap," tulisnya lagi.
Sedangkan AH menolak untuk memberi konfirmasi saat diwawancara wartawan.
"Maaf yah saya masih berduka," kata AH seperti dilansir dari Tribun Medan.
Misteri Anak Bunuh Ibu Kandung
Kejadian tragis terjadi di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Medan Sunggal, Kota Medan, Sumut.
Seorang bocah perempuan berusia 12 tahun nekat menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri, Rabu (10/12/2025) pagi.
Kanit PPA Polrestabes Medan Iptu Dearma Agustina, Jumat (12/12/2025) menyebutkan bahwa dari penelusuran polisi, SAS ternyata masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar (SD).
Penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Pemeriksaan mendalam tidak hanya dilakukan terhadap terduga pelaku, tetapi juga terhadap ayah dan kakak kandungnya.
"Intinya masih penyelidikan, untuk memastikan siapa pelaku atau memang itu pelaku utama atau ada pelaku lainnya,” katanya.
“Saksi ayah dan kakaknya pelaku, anak itu juga sudah ngaku," ungkap Iptu Dearma.
Peristiwa maut ini terjadi pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 05.00 WIB, di kediaman korban Faizah Soraya (42).***




