POJOKSATU.id, JAKARTA— Sosok tiga orang di mobil Alphard hitam plat palsu yang melakukan intimidasi ke Satpam di zebra cross atau penyeberangan di sekitar Bundaran HI ternyata polisi.
Ketiga orang polisi ini bertugas di Polda Jabar. Ketiganya kini sudah diamankan usai kasus tindakan arogan ini viral di media sosial.
Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu membenarkan bahwa ketiga orang yang menjadi lawan Satpam Fiktor Harefa (27) mengakui identitas mereka sebagai anggota Polri yang bertugas di Polda Jawa Barat.
Baca Juga: Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Melawan, Penahanannya Belum Cukup Bukti, Tak Mau Diborgol
"Tiga-tiganya anggota. Betul bahwa mereka mengakui pada saat itu 'kami anggota', iya. Cuma makanya ini hari ini juga mereka sudah dijemput dan hari ini dijaga di atas ya, ada yang memeriksa," jelas Kapolsek Metro Menteng, Jumat malam (24/7).
AKBP Braiel juga menegaskan mobil Toyota Alphard hitam berpelat D 1828 XHQ yang digunakan ketiga anggota polisi tersebut merupakan kendaraan pribadi, bukan mobil dinas.
"Ya itu mobil pribadi, mobil pribadi," ucap Braiel.
Namun, saat ditanya mengenai pemilik kendaraan tersebut maupun alasan penggunaan pelat nomor palsu, AKBP Braiel enggan memberikan penjelasan lebih lanjut.
"Detailnya teknis-teknis, nanti silakan konfirmasi ke bagian teknis Propam Polda Jawa Barat ya," katanya.
Baca Juga: Insiden Satpam dengan Sopir Alphard di Bundaran HI, Wagub Rano Sebut Sudah Selesai Masalahnya
Meski demikian, ia memastikan dugaan tindakan arogan, intimidasi, hingga ancaman terhadap Fiktor akan diproses oleh Bidang Propam Polda Jawa Barat.
Berakhir Damai di Polsek
Perselisihan antara satpam proyek MRT, Fiktor Harefa , dan pengemudi Toyota Alphard di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, berakhir damai.
Kesepakatan tersebut dicapai setelah kedua belah pihak menjalani mediasi selama sekitar enam jam di Mapolsek Metro Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2026) malam.
Fiktor tampak berpelukan dengan tiga penumpang Alphard yang diketahui merupakan anggota Polda Jawa Barat.
Ketiga polisi arogan ini mengenakan kaus berwarna hitam, putih, dan abu-abu serta didampingi personel Pengamanan Internal (Paminal) Bidang Propam Polda Jawa Barat.
Fiktor yang masih mengenakan seragam satpam terlihat dipeluk oleh salah seorang anggota polisi tersebut.
Usai menandatangani surat kesepakatan damai, Fiktor dan ketiga anggota polisi itu saling berjabat tangan, berpelukan, serta saling menepuk punggung sebagai tanda berakhirnya perselisihan.
Kuasa Hukum Fiktor, Wiradarma Harefa, mengungkapkan bahwa pengemudi Alphard juga melakukan tindakan yang sebelumnya dialami Fiktor, yakni bersujud dan melakukan push-up sebagai bentuk penyesalan.
Menurut Wira, tindakan tersebut dilakukan atas kesadaran sendiri, tanpa permintaan dari Fiktor.
"Si Fiktor tadi tidak meminta itu. Tetapi karena dari pengemudi itu merasa bahwa dia salah, tanpa diminta dia memang melakukan itu begitu ya," ungkap Wira.
Ia mengatakan, pengemudi Alphard menyadari sikap arogan yang ditunjukkan saat perselisihan di Pos Polisi Thamrin. ***




