POJOKSATU.id, JAKARTA- Denny Indrayana kini tengah menjadi sorotan publik soal bocoran sistem Pemilu 2024 mendatang.
Sejumlah tokoh pun berkomentar terkait hal ini. Dan bahkan polisi diminta untuk melakukan penyelidikan.
Salah satunya, pengamat politik Ujang Kamarudin meminta Mahkamah Konstitusi jangan bermain api perihal putusan sistem Pemilu Proporsional Tertutup.
Pasal hal tersebut juga akan berdampak terhadap kepercayaan publik kepada Mahkamah Konstitusi (MK).
"MK jangan main api walaupun belum ada putusan hakim. MK jangan memutuskan fakta yang tidak sesuai dengan keinginan publik," kata Ujang saat dihubungi pojoksatu.id, Rabu (31/5/2023).
Ujang mengingatkan MK agar tidak melangkahi keputusan 8 partai politik yang telah menyetujui sistem pemilu terbuka.
BACA : Legislator PSI Tangsel : Sistem Pemilu Proporsional Tertutup Bukti Ancaman Kemunduran Demokrasi
"Apalagi 8 partai itu menginginkan pemilu terbuka," ujarnya.
Terlebih, kata Ujang, saat ini cerita MK makin terpuruk dibandingkan Mahkamah Agung (MA).
Karenanya, Ujang beranggapan bila MK nanti memutuskan sistem Pemilu Tertutup, maka kepeecayaan publik ke MK makin terpuruk.
"MK ini juga ceritanya sedang terburuk dibandingkan MA. Artinya MK ini sedang tidak dilercaya oleh publk. Nah kalau nanti diputuskan tertutup. Nah itu bahaya lagi. Bisa keos (kacau)," tegas Ujang.
Apalagi, kata dia, MK ini adalah tumpuan masyarakat untuk mencari keadilan dalam bila ada kecurangan di Pilpres dan Pileg.
"Karena sengketa Pilpres dan Pileg itu ada di MK. Saya rasa MK jangan main api. utuskan dengan keinganan parlemen mayoritas jangan mau dintervensi pemerintah," ujarnya.
Reporter : firdausi



