POJOKSATU.ID- Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta alias Oso meminta aparat keamanan dalam hal ini TNI-Polri tetap menjunjung tinggi netralitasnya dalam mengawal tahapan proses pada Pemilu 2024.
"TNI-Polri itu berdasarkan dari rakyat, asal usulnya dari rakyat, ya harus memihak rakyat, bukan memihak satu kelompok," kata Oso kepada wartawan usai merayakan tahun baru 2024 di kediamannya, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (1/1/2024).
Turut hadir dalam perayaan tahun baru tersebut adalah Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD, Sekjrn Partai Hanura, Benny Rhamdani, dan Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Arwani Thomafi.
Oso juga berharap TNI-Polri bisa berlaku adil dalam menjalankan tugas-tugasnya, termasuk dalam melakukan pengamanan Pemilu 2024. Dia mengimbau TNI-Polri untuk tidak memihak kepada kelompok tertentu.
Menurut mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) itu netralitas TNI-Polri sangat penting untuk dijaga demi berjalannya Pemilu 2024 dengan aman dan damai.
"Kalau mereka memihak satu kelompok, itu penghianat. Tp kalau mereka memihak kepada rakyat, maka mereka adalah TNI-Polri yang menjadi kebanggaan rakyat kita sendiri," ujarnya.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Wisata Populer di Bogor, Nomor 5 Paling Sering Dikunjungi Wisatawan
Lebih jauh, Oso memaknai Pemilu 2024 berbeda dengan Pemilu-Pemilu sebelumnya. Dia menilai Pemilu tahun ini lebih menghawatirkan. Namun Oso tak menjelaskan lebih detail maksud dari menghawatirkan tersebut.
"Pemilu sekarang ini memang berbeda dengan pemilu sebelumnya, karena saya sudah mengikuti 5 kalo Pemilu, ya. 6 kali pemilu bahkan. Tapi tidak seperti sekarang ini. Panas dingin, panas dingin begitu. Dan ada perasaan yang mengkhawatirkan," imbuhnya.
Namun, Oso tetap optimis bahwa makna Pemilu itu untuk mencegah orang jahat untuk berkuasa. Oleh karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk cerdas memilih Capres-Cawapres di Pilpres 2024.
Baca Juga: 5 Jutsu Terlarang dan Paling Berbahaya di Serial Naruto Shippuden
"Tapi, Insyaallah kalau bangsa kita sadar, dengan pilihannya, saya percaya bahwa ini akan selesai, kalau dia memilih orang yang tepat," tuturnya.
Selain itu, Oso juga berharap di tahun 2024 lahir pemimpin-pemimpin muda yang berjiwa nasionalis dan siap mengabdikan dirinya kepada masyarakat dan bangsa Indonesia.
Menurut dia, anak muda atau yang sering disebut generasi milenial merupakan pemimpin masa depan untuk meneruskan estafet generasi sebelumnya.
"Harapan 2024 saya sederhana, selalu mengiginkan generasi muda menjadi pengganti kita semua dan generasi muda itu harus lebih pro aktif memperhatikan keadaan bangsa indonesia," tuturnya.
"Karena sekarang adalah eranya milenial, dan yang menjadi milenial itu yang memilih, pemimpin yang akan datang ini adalah mereka yang menentukan 5 tahun mendatang. para milenial betul-betul memilih pemimpin yang betul bisa jadi harapan mereka dan bangsa ini," imbuh Oso.
Untuk diketahui, netralitas TNI sedang dipertanyakan dalam Pemilu 2024 ini. Itu usai terjadinya perubahan oleh oknum TNI terhadap sukarelawan pasangan capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Boyolali, Jawa Tengah ***



