POJOKSATU.id, LAMPUNG- Pastikan tak ada tindakan intimidasi atau persekusi terhadap keluarga Bima Yudho Saputra, pemilik akun TikTok @awbimaxreborn yang viral lantaran menyebut Lampung sebagai kota yang tidak maju-maju.
Kapolres Lampung Timur AKBP M. Rizal Muchtar menjelaskan, pihaknya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Raman Utara sudah mengunjungi rumah keluarga Bima Yudho Saputra di Desa Ratna Daya Kecamatan Raman Utara.
Pada kunjungan itu, Kapolres didampingi oleh Kasat Intel Iptu Putu, Kasi Humas AKP Holili, Kapolsek Raman Utara Iptu Sunaryo, Camat Raman Utara dan pamong Desa Ratna Daya.
Saat itu AKBP M. Rizal Muchtar menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan mereka.
"Kedatangan kami ke sini untuk memastikan apakah benar adanya intimidasi dari anggota saya seperti yang telah beredar di berita," tegas AKBP M. Rizal Muchtar dikutip radar lampung (grup pojoksatu)
Menanggapinya, H. Julaiman secara langsung menyampaikan bahwa berita yang beredar adalah tidak benar.
BACA : Imbas Kritik Lampung Tak Maju-maju, Bima Panas Dingin Orang Tuanya Diintimidasi Bupati
"Saya sampaikan bahwa berita yang beredar tentang adanya intimidasi dari kepolisian itu tidak benar. Memang Jumat siang, Kapolsek dan anggotanya dating. Tapi bukan untuk intimidasi. Justru memastikan bahwa benar yang berada di video itu adalah anak saya," kata H. Julaiman.
Diketahui sekitar pukul 10.00 WIB, Kapolsek Raman Utara Iptu Sunaryo beserta anggota mendatangi rumah keluarga Bima.
Itu setelah polsek mendapat informasi tentang video tiktok Bima.
Pada saat itu, Kapolsek dan jajaran hanya bertemu dengan Sri Ngatun (ibu Bima). Sedangkan H. Julaiman tengah menghadap wakil bupati.
Satu jam kemudian, H Julaiman sudah berada di rumah. Mendapat informasi itu, Kapolsek Raman Utara kembali mendatangi rumah tersebut.
Langkah ini untuk memastikan kebenaran yang berada dalam video tersebut adalah anak H. Julaiman, dengan melihat beberapa identitas Bima yang kemudian dikembalikan lagi.
BACA : Yudo Andreawan Klaim Dirinya Idap Penyakit Gangguan Jiwa, Polda Metro Malah Bilang Begini
Dalam pertemuan dengan keluarga Bima, AKBP M. Rizal Muchtar juga menyampaikan telah memerintahkan Kapolsek Raman Utara untuk melaksanakan patroli guna menciptakan rasa aman dan nyaman terhadap keluarga H. Julaiman.
Itu juga dilakukan sebagai antisipasi adanya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Kalaupun ada yang mengintimidasi, silahkan lapor. Bahkan apabila oknum Polri yang juga mengintimidasi, bisa langsung lapor ke saya. Akan saya tindaklanjuti," tegas Kapolres.
Pada kesempatan tersebut, H. Julaiman juga mengatakan telah memberi nasehat kepada anaknya.
Menurutnya, Bima telah dinasehati agar tidak membuat konten seperti itu. Sebab, orang tuanya seorang PNS.
“Saya juga telah mengatakan bahwa anggota kepolisian yang datang hanya menanyakan identitasnya.Termasuk ijazah, kemudian pamit pulang tanpa adanya intimidasi," terang H. Julaiman.
BACA : Fakta Yudo Andreawan, Ternyata Pernah Dilaporkan Teman Sendiri Rekor Pembuat Rusuh
Menurut H. Julaiman, Bima merasa kecewa atas yang dialaminya karena tidak mendapat penghargaan atas prestasinya.
“Semoga pertemuan ini membuka titik terang atas kesalahpahaman yang terjadi,” AKBP M. Rizal Muchtar diamini H. Julaiman.
Di hari yang sama, Bupati Lampung Timur M. Dawam Rahardjo juga memastikan dirinya tidak melakukan intervensi apapun kepada H. Julaiman dan keluarga.
Hal itu setelah H. Julaiman bertemu dengan M. Dawam Rahardjo di musala rumah dinas bupati, Jumat 14 April 2023.
Dawam Rahardjo mengatakan dirinya baru bertemu dengan Julaiman, Jumat malam.
“Ternyata, ayah Bima kawan lama. Jadi serasa nostalgia,” kata Dawam.
Dawam juga memastikan bahwa dirinya tidak melakukan intervensi apa-apa terhadap keluarga Bima Yudho Saputro.
"Saya baru tahu ada ribut-ribut di media sosial, setelah namanya ikut disebut melakukan intervensi kepada keluarga Bima,” jelas Dawam.
Karenanya, Dawam juga membantah telah mengatakan orang tua Bima tidak bisa mendidik anak dengan baik.
"Itu tidak benar, dan ayah Bima, bapak Juliman sudah minta maaf. Semoga Bima tetap dalam keadaan sehat dan bisa melanjutkan pendidikannya dengan baik dan lancar," tegas Dawam.
Diketahui dalam pertemuan tersebut, H. Julaiman mengklarifikasi beredarnya video terkait intimidasi yang dilakukan bupati terhadap keluarga Bima.
"Saya dengan pak camat sengaja silaturahmi dengan pak bupati karena saya ini warga Lampung Timur dan saya sebagai penyuluh pertanian jadi saya tidak mungkin menjelek-jelekkan bapak saya," ujar Julaiman.
Julaiman juga menyebut bahwa mungkin anaknya salah informasi.
Editor : Adhey



