POJOKSATU.id, JAKARTA-- Pengamat politik Hariqo Wibawa Satria menyakini Presiden Joko Widodo (Jokowi) merestui Gibran Rakabuming mendampingi Prabowo di Pilpres 2024.

Itu Jika Mahakamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan uji materi yang mengatur batas usia capres-cawapres yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

"Kalau MK sudah membolehkan itu, artinya Presiden Jokowi melihat ke situ, artinya, saya yakin beliau bakal mendukung," kata Hariqo saat dihubungi Pojoksatu.id, Rabu (26/7/2023).

Menurut Hariqo, sikap Presiden Jokowi yang sebelumnya menyatakan tidak mendukung wacana duet Prabowo-Gibran lantaran bertentangan dengan UU Pemilu.

Baca Juga: Polisi Tembak Polisi, Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage Tewas di Tangan Seniornya

"Kenapa Pak Presiden kemarin tidak mendukung, karena jika mendukung melanggar undang-undang yang mengatur batas usia capres-cawapres, tapi jika sudah diperbolehkan aturan pasti mendukung," ucapnya.

Hariqo mengatakan, secara kapabilitas Gibran bisa mendampingi Prabowo. Terutama di kalangan milenial.

Sebab, lanjut Direktur Eksekutif Komonikonten Institut Media dan Diplomasi pemilih Gibran lebih kebanyakan anak muda.

Begitu juga dengan Prabowo, berdasarkan temuan Indikator Politik Indonesia periode 20-24 Juni 2023.

Baca Juga: Ferdian Paleka Diamankan Polisi, Kasusnya Promosikan Situs Judi Online

Menteri Pertahanan (Menhan) itu merupakan satu dari tiga kandidat yang banyak dipilih milenial.

"Secara elektoral pemilih Gibran banyak dari anak muda. Mas Gibran ini wali kota termuda dan itu menjanjikan, Pak Prabowo juga dengan pemilih mudanya dan dari baby boomers," ujarnya.

Namun, bila Prabowo-Gibran benar-benar diusung maka akan menjadi problem dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sebab, PKB selaku mitra koalisi Partai Gerindra dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang mendorong Ketua Umumnya, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai cawapres.

"Kalau ini agak problem di situ ya, PKB yang sudah berkoalisi dengan Gerindra dan mendorong Cak Imin menjadi cawapres, saya rasa nantinya problemnya bakal di situ tapi semuanya bisa diselesaikan dengan musyawarah," tuturnya.***