POJOKSATU.ID- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo angkat bicara mengenai bentrok antara ormas dan massa pembela Palestina pecah di Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Orang nomor satu di Korps Bhayangkara ini meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.

"Masyarakat jangan terprovokasi dengan adanya hox dan hasutan-hasutan. Yang kemudian memecah belah persatuan dan kesatuan," kata Jenderal Sigit kepada wartawan, Selasa (28/11/2023).

Baca Juga: Honda Giorno 125 Dengan Tampilan Unik dan Fitur Terbaru

Kapolri juga meminta agara masyarakat di sekitaran lokasi tetap menjaga kesatuan dan persatuan.

Apalagi, kata dia, saat ini pihaknya telah memerintahkan anggotanya untuk tetap bersiaga di kawasan tersebut. Hal itu dilakukan agar kejadian yang serupa tidak terulang kembali.

"Kapolda dan seluruh stakeholder bersama-sama bekerja untuk menghimbau agar peristiwa yang terjadi tidak terulang lagi. Jadi menjaga persatuan dan kesatuan," tegasnya.

Bentrok di Kota Bitung terjadi pada Sabtu 25 September 2023 petang waktu setempat.

Baca Juga: Video Terbaru Dewi Bulan Balas Umat Islam: Semakin Dihina Semakin Hidup Enak, Lu Semakin Sengara

Bentrok itu sendiri sampai membuat Kota Bitung mencekam. Beruntung aparat dengan cepat bertindak sehingga bentrok langsung bisa diredam.

Kapolres Bitung, AKBP Tommy Bambang Souissa mengatakan, bentrok di Kota Bitung bermula dari perayaan ulang tahun ormas Laskar Manguni Minahasa.

Perayaan ulang tahun Laskar Manguni itu digelar di GOR Dua Saudara dan telah mendapat izin dari Kesbangpol dan kepolisian karena untuk kebudayaan.

Baca Juga: Miris ! Gegara Putus Cinta, Siswi Kelas XI SMA 3 Bandung Loncat Dari Lantai Tiga Gedung Sekolah, Untungnya Selamat, Tapi

Kebetulan, massa aksi bela Palestina melintas di lokasi perayaan Laskar Manguni.

Diduga karena kesalahpahaman, kedua kelompok massa kemudian terlibat bentrok.

"Saat ini, kita melakukan penyelidikan terkait motif dan penyebab pasti bentrok di Kota Bitung tersebut," ujarnya. ***