POJOKSATU.id, JAKARTA— Smelter nikel milik PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) meledak, Minggu pagi (24/12).

Akibat ledakan smelter nikel di kawasan industri Morowali ini menyebabkan 12 pekerja tewas, dimana 5 orang merupakan tenaga kerja asing, dan 7 orang lagi pekerja domestik.

PT ITSS merupakan salah satu tenant yang beroperasi di Kawasan IMIP di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Dilaporkan ada 12 orang yang meninggal dunia akibat ledakan di PT IMIP Morowali tersebut.

Baca Juga: Penjelasan Kepala BKD Madina Soal Nilai Guru Honorer Tiba-tiba Berubah di Pengumuman PPPK Mandailing Natal

Kepala Divisi Media Relations PT IMIP Dedy Kurniawan mengatakan kecelakaan kerja terjadi sekitar pukul 05.30 WITA.

Insiden bermula dari kecelakaan yang dialami sejumlah pekerja saat melakukan perbaikan tungku dan pemasangan pelat pada bagian tungku.

"Hasil investigasi awal, penyebab ledakan diperkirakan karena bagian bawah tungku masih terdapat cairan pemicu ledakan. Saat proses perbaikan tersebut, terjadi ledakan," kata Dedy lewat keterangan tertulis.

Dedy menyebut di lokasi juga terdapat banyak tabung oksigen yang digunakan untuk pengelasan dan pemotongan komponen tungku. Akibatnya, ledakan pertama memicu ledakan beberapa tabung oksigen di sekitar lokasi.

Baca Juga: Chris Brown Bicara Genosida yang Terjadi di Palestina saat Konser di Dubai

Dedy mengatakan kebakaran tungku berhasil dipadamkan pada pukul 09.10 WITA. Pekerja yang menjadi korban pun dibawa ke klinik 1 dan 2 PT IMIP.

"Sebanyak 12 orang di antaranya meninggal dunia dan 39 lainnya mengalami luka berat hingga luka ringan," kata Dedy.

Korban meninggal dunia ini terdiri atas 7 tenaga kerja asal Indonesia atau domestik dan 5 tenaga kerja asing.

Dedy mengatakan saat ini PT IMPI terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menginvestigasi hingga penanganan korban.

Menurut Dedy, beberapa korban berhasil diidentifikasi. Dan atas permintaan pihak keluarga korban, jenazah korban telah diterbangkan ke kampung halaman masing-masing.

 Sementara itu Kapolsek Bahodopi Ipda Edy mengatakan ledakan terjadi Minggu pagi.

Edy membenarkan adanya korban jiwa akibat insiden ini. Hanya saja, dia mengaku belum bisa merinci jumlahnya. Polisi masih pengumpulan bahan dan keterangan terkait insiden ledakan di kawasan industri Morowali ini.***