POJOKSATU.id - Polemik final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) memasuki babak baru.
SMA Negeri 1 Pontianak resmi menyatakan tidak akan mengikuti final ulang yang sebelumnya diputuskan pihak Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia.
Keputusan tersebut disampaikan langsung dalam pertemuan antara pimpinan MPR RI dan perwakilan SMAN 1 Pontianak di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 14 Mei 2026.
Baca Juga: Kesaksian Regu C Terungkap, Juri LCC 4 Pilar MPR RI Abaikan Bukti Video YouTube
Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Abraham Liyanto mengatakan pertemuan tersebut dihadiri Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Eddy Soeparno, Sekjen MPR RI, serta pihak sekolah dari SMAN 1 Pontianak.
Dalam pertemuan itu, pihak sekolah secara resmi menyampaikan sikap untuk tidak mengikuti pelaksanaan final ulang LCC 4 Pilar. Abraham menegaskan MPR menghormati keputusan tersebut.
“Mereka telah menyampaikan hal tersebut kepada kami dan kami sangat menghargai dan memahami,” kata Abraham.
Akan Dibahas dalam Rapat Gabungan MPR
Abraham menyebut keputusan SMAN 1 Pontianak nantinya akan dilaporkan dalam rapat gabungan pimpinan MPR RI yang dijadwalkan berlangsung Senin, 18 Mei 2026.
“Kebetulan agenda Pimpinan MPR ada rapat gabungan pada hari Senin tanggal 18 Mei. Jadi kami akan sampaikan itu dalam rapat dan diskusi nanti,” ujarnya.
Sebelumnya, pihak sekolah melalui akun Instagram resmi @smansaptk.informasi menegaskan bahwa mereka tidak pernah memiliki tujuan untuk menganulir hasil perlombaan.
Baca Juga: Istri Nadiem Makarim Ungkap Suami Jalani Operasi Kelima di Tengah Sidang Tuntutan
Menurut pihak sekolah, langkah yang dilakukan selama ini semata-mata bertujuan memperoleh kejelasan terkait penilaian lomba melalui proses klarifikasi.
“Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan,” demikian isi pernyataan resmi sekolah.
Tegaskan Tidak Menyerang Pihak Mana Pun
Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati menyatakan persoalan tersebut telah direspons pihak MPR melalui permohonan maaf dan komitmen evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlombaan.
Baca Juga: Perubahan Rapor Pendidikan Mulai 2026, Kini Mengacu Tahun Data Bukan Tahun Rilis
Pihak sekolah juga menegaskan bahwa langkah klarifikasi yang dilakukan bukan untuk menyerang ataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu.
Dalam pernyataannya, sekolah turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan berbagai pihak yang memberikan perhatian serta dukungan selama polemik berlangsung.
Tak hanya itu, SMAN 1 Pontianak juga menegaskan tetap menghormati hasil perlombaan yang telah ditetapkan dan mendukung penuh SMA Negeri 1 Sambas sebagai wakil Kalimantan Barat dalam ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional.
Keputusan untuk tidak mengikuti final ulang pun menjadi penutup sikap resmi sekolah atas polemik yang beberapa hari terakhir ramai diperbincangkan publik. ***




