POJOKSATU.id, KARAWANG - Platform trading cerdas dan manajemen aset terdiversifikasi, Slickorps, resmi meluncurkan layanan kuantitatif berbasis kecerdasan buatan atau AI untuk memperluas akses pengguna terhadap sistem trading otomatis yang sebelumnya identik dengan kalangan profesional.
Peluncuran ini menjadi langkah baru Slickorps dalam membawa teknologi trading kuantitatif berbasis AI ke ranah yang lebih luas, sekaligus menurunkan hambatan penggunaan strategi trading otomatis yang selama ini dinilai rumit, mahal, dan membutuhkan disiplin tinggi dalam eksekusi.
Slickorps menyebut layanan terbaru ini dirancang untuk menyederhanakan proses trading kuantitatif dengan menggabungkan strategi, eksekusi, dan kontrol risiko ke dalam satu sistem terintegrasi.
Model ini memungkinkan pengguna memanfaatkan pendekatan trading sistematis tanpa harus memiliki latar belakang teknis mendalam seperti pengembangan algoritma, pemantauan pasar intensif, atau pengalaman eksekusi tingkat lanjut.
Selama ini, trading kuantitatif dikenal sebagai metode perdagangan yang lebih kompleks dibanding trading konvensional. Strategi yang digunakan biasanya membutuhkan pengembangan model matematis, pengujian sistem, pemantauan berkelanjutan, serta kemampuan pengendalian risiko yang ketat.
Baca Juga: 8 Perjalanan Kereta dari Pasar Senen dan Gambir Dibatalkan Hari Ini, Ini Daftarnya
Karena itulah, trading kuantitatif selama bertahun-tahun lebih banyak digunakan oleh institusi besar, hedge fund, atau pelaku pasar profesional dengan infrastruktur teknologi yang kuat.
Melalui layanan kuantitatif AI, Slickorps mencoba mengubah pola tersebut.
Chief Operating Officer Slickorps, Alfred Erik Smith, mengatakan bahwa selama ini trading kuantitatif memang cenderung terbatas pada segelintir pelaku pasar yang memiliki kemampuan teknis dan disiplin eksekusi tinggi.
Menurut dia, hambatan terbesar bukan hanya terletak pada kompleksitas strategi, tetapi juga pada sulitnya mengintegrasikan eksekusi dan pengendalian risiko secara konsisten dalam kondisi pasar yang dinamis.
“Kami berharap melalui layanan kuantitatif AI, kami dapat mengintegrasikan kemampuan kompleks yang sebelumnya terpisah antara strategi, eksekusi, dan pengendalian risiko, menjadi produk dan layanan yang lebih mudah dipahami dan dapat digunakan secara berkelanjutan,” ujar Alfred Erik Smith.
Pendekatan ini menjadi pembeda utama dibanding trading kuantitatif tradisional.
Baca Juga: Contoh Soal Tes KDMP & KNMP Lengkap: Kisi-Kisi, Latihan, dan Cara Menjawabnya
Jika sebelumnya strategi kuantitatif lebih bergantung pada desain model manual dan pengawasan manusia secara intensif, layanan kuantitatif AI milik Slickorps lebih menekankan pada integrasi operasi otomatis sistem dengan disiplin eksekusi berbasis data.
Dalam praktiknya, sistem akan memanfaatkan model algoritma dan mesin pengolahan data untuk merespons perubahan pasar secara real time.
Artinya, sistem tidak hanya membaca pergerakan harga, tetapi juga memproses sinyal pasar, menilai kondisi volatilitas, lalu menjalankan strategi berdasarkan parameter yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dengan pendekatan ini, pengaruh emosi, bias psikologis, dan kesalahan manual dalam proses trading dapat ditekan.
Bagi banyak pelaku pasar, aspek ini menjadi salah satu nilai paling penting.
Dalam kondisi pasar dengan ritme cepat dan kepadatan informasi tinggi, keputusan manual kerap terpengaruh sentimen, tekanan psikologis, dan perubahan momentum yang sulit diprediksi secara konsisten.
Sebaliknya, eksekusi berbasis sistem memungkinkan strategi tetap berjalan sesuai kerangka yang telah ditentukan, tanpa terganggu faktor emosional.
Inilah yang membuat layanan kuantitatif AI dinilai lebih unggul untuk menjaga konsistensi eksekusi, terutama pada skenario trading kuantitatif AI dan transaksi frekuensi tinggi.
Baca Juga: Bisa Kok Bikin Teh Tarik Creamy di Rumah, Ini Resep Mudah dan Anti Ribet
Selain efisiensi waktu, pendekatan ini juga dinilai mampu menekan biaya operasional.
Pengguna tidak lagi harus memantau pasar secara penuh sepanjang waktu atau melakukan analisis manual berulang untuk mengambil keputusan transaksi.
Sistem akan menjalankan proses tersebut secara otomatis berdasarkan aturan yang telah disusun sebelumnya.
Hasilnya, pengguna dapat mengakses pendekatan trading yang lebih disiplin, terukur, dan stabil tanpa harus membangun infrastruktur sendiri dari nol.
Peluncuran layanan ini juga menunjukkan bahwa industri trading berbasis AI mulai memasuki fase baru.
Jika sebelumnya fokus utama hanya pada kemampuan model AI, kini persaingan mulai bergeser ke arah penerapan produk, efisiensi layanan, dan pengalaman pengguna.
Artinya, kecanggihan algoritma saja tidak lagi cukup.
Platform juga dituntut mampu mengubah kemampuan teknis kompleks menjadi layanan yang stabil, mudah digunakan, dan relevan bagi kebutuhan pengguna sehari-hari.
Tren ini juga terlihat di industri teknologi finansial global.
Pemanfaatan AI di sektor keuangan kini bergerak dari sekadar alat bantu analisis menuju infrastruktur utama dalam pengambilan keputusan dan eksekusi pasar.
Dalam konteks tersebut, keunggulan platform trading cerdas tak lagi hanya diukur dari seberapa pintar model AI yang digunakan, tetapi juga dari seberapa baik sistem mampu menjaga stabilitas eksekusi, mengelola risiko, dan mempertahankan konsistensi strategi dalam berbagai kondisi pasar.
Slickorps menilai arah perkembangan inilah yang akan menjadi penentu daya saing platform trading AI ke depan.
Kemampuan untuk mengemas teknologi kompleks menjadi produk yang lebih sederhana, terstandarisasi, dan mudah diakses dinilai akan menjadi faktor utama dalam menarik lebih banyak pengguna.
Alfred Erik Smith mengatakan perusahaan akan terus mengembangkan kemampuan strategi AI, menyempurnakan pengalaman produk, dan meningkatkan efisiensi eksekusi agar layanan trading cerdas semakin mudah digunakan.
Menurut dia, seiring makin dalamnya penerapan AI di sektor keuangan, trading kuantitatif akan bergerak dari alat eksklusif milik segelintir profesional menjadi bentuk layanan yang lebih inklusif.
“Seiring dengan semakin dalamnya penerapan kecerdasan buatan dalam skenario keuangan, trading kuantitatif secara bertahap beralih dari alat yang digunakan oleh segelintir peserta profesional menjadi bentuk layanan yang dapat diakses oleh lebih banyak pengguna,” kata Alfred.
Sebagai informasi, Slickorps merupakan platform trading cerdas dan manajemen aset yang berfokus pada pasar global.
Perusahaan ini menawarkan layanan trading kontrak perbedaan atau contract for difference (CFD) multi-aset, serta layanan kuantitatif berbasis AI untuk mendukung efisiensi eksekusi trading dan pengendalian risiko melalui teknologi algoritma dan data.
Slickorps memposisikan layanan terbarunya sebagai bagian dari transformasi industri trading modern, ketika otomatisasi, analitik data, dan kecerdasan buatan menjadi fondasi utama dalam pengambilan keputusan pasar.
Dengan peluncuran layanan kuantitatif AI ini, Slickorps ingin menegaskan bahwa masa depan trading bukan lagi hanya soal kecepatan membaca pasar, tetapi juga tentang bagaimana teknologi mampu mengeksekusi strategi secara disiplin, konsisten, dan efisien. ***




