POJOKSATU.id, RIAU—Kasus tewasnya siswa kelas 2 SD di Indragiri Hulu (Inhu) Riau berinisial K Butarbutar yang diduga dibully dan dianiaya kakak kelasnya mendapat sorotan dari DPR RI.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mendorong kasus ini diusut tuntas apalagi berkembang isu hal ini terkait dengan suku dan agama yang dianut korban.

"Apalagi jika benar terdapat unsur bullying terkait perbedaan suku dan agama, hal ini jelas merupakan pelanggaran serius terhadap nilai-nilai pendidikan dan kemanusiaan," tegas Lalu Hadrian, Senin (2/6).

Baca Juga: Polisi Tunggu Hasil Autopsi Penyebab Tewasnya Siswa Kelas 6 SD di Makassar, Diduga Dikeroyok Teman

Lalu mengaku prihatin terkait kasus ini. DPR mendorong kasus ini diusut tuntas dan memberikan sanksi kepada orang yang terlibat dalam kasus ini.

Lalu juga menilai sanksi diberikan kepada pihak sekolah jika terbukti melakukan pembiaran hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

"Tentu kami sangat prihatin atas kasus dugaan penganiayaan terhadap siswa kelas 2 SD di Indragiri Hulu Riau, yang sampai menyebabkan korban meninggal dunia," katanya.

Baca Juga: BNPB Mencatat Total Korban Tewas Akibat Proyek Tambang Mencapai 21 Orang; Itu Bukan Bencana Alam, Tapi Kecelakaan Kerja

Lalu mengatakan Komisi X DPR RI mendorong Kemendikdasmen dan pemerintah daerah melakukan investigasi menyeluruh.

Sementara itu Kasie Humas Polres Inhu Aiptu Misran mengatakan pihaknya memang telah menerima laporan dari orang tua korban beberapa waktu lalu.

Saat ini Satreskrim Porles Inhu masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Baca Juga: Penyaluran PIP dimulai Sejak Bulan Lalu Tapi Belum Dapat Ternyata Mungkin Kamu Bukan Kriteria Prioritas ini

"Polres Indragiri Hulu saat ini tengah melakukan penyelidikan secara intensif terkait peristiwa yang melibatkan seorang pelajar yang ditemukan meninggal dunia," ujar Misran, dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (31/5).

Misran menyampaikan penyidik telah menemui keluarga korban dan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya bocah K Butarbutar.

Penyidik juga memastikan akan mengusut kasus tersebut sesuai prosedur hukum yang objektif dan transparan.

Lima pelaku disebut telah teridentifikasi di antaranya HM (12), RK (13), MJ (11), DR (11), dan NN (13).

Ayah Korban Beri Kesaksian

Dugaan perundungan siswa terjadi di sebuah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.

Seorang siswa kelas 2 SD berinisial K Butarbutar (8) meninggal saat dirawat di RSUD Indrasari Rengat, Riau, pada Senin (26/5/2025) sekitar pukul 02.30 WIB.

Berdasarkan laporan dari orang tua korban, perundungan dilakukan lima kakak kelas pada Rabu (21/5/2025).

Ayah korban, Gimson Beni Butarbutar (38) yang berasal dari Medan ini mengungkapkan, perundungan tersebut awalnya terjadi karena perbedaan agama dan suku.

"Seminggu yang lalu, dia itu sudah sering dibully. Dibilang suku ini, agama ini. Itu sebelum dia sakit. Itu biasalah karena mereka namanya anak-anak sekolah," jelas Gimson, Selasa (27/5/2025).

Lalu pada Senin (19/5/2025), KB tiba-tiba pulang lebih cepat dari sekolah. Saat itu ia pulang menggunakan sepedanya yang ternyata dikempeskan oleh kakak kelasnya.

Keesokan harinya, KB juga tiba-tiba pulang lebih awal dari sekolah. Bocah 8 tahun itu berbohong kepada ayahnya dengan mengaku pulang lebih awal karena ada acara di sekolah.

Kemudian, Gimson menanyakan hal ini kepada istrinya. Sang istri mengatakan, anaknya pulang cepat karena sakit dan sudah meminta izin ke pihak sekolah.***