POJOKSATU.id, PANDEGLANG -- Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melacak sinyal telepon seluler rombongan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Dari penelusuran jaringan telekomunikasi, titik kontak terakhir rombongan terdeteksi di Pulau Sebesi di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan, Komdigi berkoordinasi dengan tiga operator seluler untuk mendeteksi aktivitas jaringan di sekitar wilayah pencarian.

"Kalau di Kominfo kita sudah berkoordinasi dengan operator seluler, tiga operator seluler itu sudah mendeteksi BTS yang ada di seputaran Selat Sunda, baik yang ada di Banten maupun yang ada di Lampung melalui Balai Monitoring Frekuensi yang ada di Banten dan Lampung," kata Nezar di Posko SAR Carita, Pandeglang, Sabtu (12/9/2026).

Baca Juga: Prabowo Kembali ke Luar Negeri, Total Lawatan Disebut Tembus 58 Kali: Setara Jokowi 10 Tahun

Menurut Nezar, pemantauan dilakukan dengan mengecek sinyal yang tertangkap dari jaringan telekomunikasi di sekitar wilayah pencarian.

 Informasi dari operator seluler kemudian diteruskan kepada Tim SAR untuk diproses sebagai salah satu petunjuk pencarian.

 Nezar mengatakan, data tersebut terus dipantau dan diverifikasi Komdigi bersama Tim SAR.

"Kita terus memantau, terus mencari, dan sama-sama kita berdoa rekan-rekan sekalian dan juga kami minta seluruh rakyat Indonesia juga mendoakan agar proses pencarian ini kita semua diberikan kekuatan dan kita bisa menemukan delapan warga kita yang sekarang berada di perairan Selat Sunda," kata Nezar.

Baca Juga: Dibanderol Rp56 Juta, Sanggupkah iPhone Lipat Menembus Pasar yang Masih Kecil?

Nezar mengatakan, pencarian dilakukan berdasarkan berbagai data yang telah diproses Tim SAR, termasuk informasi dari pemantauan jaringan telekomunikasi.

"Ada 14 kapal yang bergerak dan ditambah dengan satu heli untuk mencari titik-titik yang dalam data-data yang diproses oleh tim SAR itu diduga mungkin ada potensi-potensi kapal tersebut berada," ujarnya.***