POJOKSATU.ID- MPR RI sudah ngotot Pilpres 2024 mendatang harus diikuti dua pasang capres-cawapres.

Bila Pilpres hanya diikuti dua 2 capres, maka kontestasi politik 5 tahunan itu berlangsung hanya satu putaran.

Selain itu, bila capres diikuti dua calon, hal ini juga tidak akan membuat masyarakat terpecah belah. Sekaligus akan menjadi momentum pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional tidak hilang.

Baca Juga: Mahasiswi UIN Dibully Segerombolan Mahasiswa di Lift Kampus, Netizen: Kalo Suka Bilang Dasar Kampungan, Norak!

Karena jika Pilpres sampai dua putaran, kondusifitas bangsa terganggu akibat polarisasi Pilpres yang berjalan panjang dan berlarut-larut.

"Ada baiknya jika dalam Pilpres 2024 ini, pasangan capres-cawapresnya juga diikuti dua capres. Dan ada juga perwakilan dari kalangan dunia usaha," kata Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Jumat 13 Oktober 2023.

Politik Golkar yang akrab disapa Bamsoet ini menilai selama 10 tahun Indonesia dipimpin oleh Presiden Jokowi, perekonomian Indonesia pertumbuhan ekonomi masyarakat naik melejit.

Baca Juga: Sinopsis Film Dr. Cheon and The Lost Talisman, Pengusir Setan Palsu yang Tidak Percaya Hal Ghaib

Karena itu, ia menyarankan capres dan cawapres yang akan bertarung di Pilpres 2024 mendatang harus berlatang belakang pengusaha seperti sosok Presiden Jokowi.

"Selama sepuluh tahun memimpin Indonesia, pemerintahan Presiden Joko Widodo bisa berjalan efektif dan efisien. Tidak lain karena latar belakang beliau sebagai pengusaha," ujarnya.

Selain itu, Bambang Soesatyo berharap salah satu capres atau cawapresnya harus berlatar belakang dari seorang pengusaha.

Baca Juga: Tragedi di Kamar Kos Tembalang, Mahasiswi Udinus Ditemukan Tewas dengan Pesan Mengharukan

Hal ini penting guna untuk menyeimbangkan perekonomian negara bila nantinya terpilih menjadi presiden Indonesia.

"(Kita) juga berharap jika capresnya tidak berasal dari dunia usaha seperti Presiden Joko Widodo, Cawapresnya diharapkan berasal dari dunia usaha," tegasnya.***