POJOKSATU.id, JAKARTA—Handphone atau telepon seluler salah satu jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau terdeteksi di Pulau Sebesi, Desa Telang, Rajabasa, Lampung Selatan.
Pulau ini ternyata daratan berpenghuni yang lokasinya paling dekat dengan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, dengan jarak sekitar 15 hingga 20 kilometer.
Sinyal ponsel salah satu dari delapan orang yang hilang saat menuju Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, sempat terdeteksi pada hari kedua pencarian.
Sinyal tersebut kemudian dilacak oleh tim SAR bersama sejumlah pihak yang berwenang, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta kepolisian.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Tegaskan Harga BBM Subsidi Tetap Stabil hingga Akhir Tahun
Keberadaan sinyal ini pertama kali diungkap oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria yang menyebut terdapat sinyal terakhir di Pulau Sebesi.
"Dari opsel (operator seluler) kita sudah mendapatkan informasi dan informasi itu sudah diteruskan kepada SAR dan sudah diproses berupa kontak terakhir di Pulau Sebesi itu," kata Nezar saat berkunjung ke Posko SAR Nasional di Carita Pandeglang, Sabtu (12/9/2026).
Kontak sinyal tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Tim SAR.
Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, mengatakan pihaknya langsung melakukan pengecekan pada hari kedua di Pulau Sebesi.
Baca Juga: DPRD Jabar Bahas 2 Ranperda, Modal PT BIJB Diusulkan Naik Jadi Rp8 Triliun
Sementara Ahli Muda Bidang Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan Basarnas, Rangga Aribowo mengatakan, verifikasi di lokasi dengan berupa pengecekan di titik langsung dan menanyakan keberadaan orang yang dicari kepada warga sekitar.
Namun, hasil pengecekan tidak menemukan keberadaan rombongan jurnalis maupun kru kapal yang hilang.
Pulau Sebesi ini ternyata memiliki penduduk sekitar 2.900 jiwa.
Muhammad Novi, salah seorang warga Pulau Sebesi, mengatakan, semburan lava dari Gunung Anak Krakatau terlihat jelas dari Pulau Sebesi sejak gunung api itu mengalami erupsi pada Jumat (4/9/2026) hingga Sabtu (5/9/2026) malam.
Pulau ini merupakan daratan yang paling dekat dengan Gugusan Krakatau dan turut menjadi saksi kedahsyatan letusan besar Krakatau tahun 1883.
Sejak dulu Pulau Sebesi sangat terkenal akan kesuburan tanahnya. Kini, selain memiliki keunggulan di sektor perkebunan, pulau ini juga sedang dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata andalan Lampung Selatan selain Krakatau dan sejumlah pantai seperti Merak Belantung, Kalianda resort, dll.***




