POJOKSATU.id, JAKARTA—Sikap Ade Armando yang menyebut ada politik dinasti di Jakarta berbuntut panjang. Kini banyak spanduk di Jakarta yang ‘menyerang’ Ade Armando.

Beredar spanduk yang berisi kecaman bagi politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu di Jakarta, tepatnya di bilangan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (5/12).

Adapun tulisan di dalam spanduk tersebut 'Kami Masyarakat Yogyakarta di Jakarta mengecam keras Ade Armando, Caleg PSI dan Tim Sukses Prabowo, penista UU keistimewaan Yogyakarta & Penghina sejarah kemerdekaan RI'.

Baca Juga: 18 Pendaki Terjebak Erupsi Marapi Terdeteksi Keberadaannya oleh Tim SAR, Kemungkinan Sudah Tewas

Sebelumnya, Ade Armando mengeluarkan kalimat kontroversial saat dirinya melontarkan kritik terhadap aksi mahasiswa yang membawa isu politik dinasti.

Politikus PSI itu menyayangkan bahwa menurutnya isu yang disuarakan oleh mahasiswa justru terjadi di Yogyakarta.

"Ini ironi sekali karena mereka justru sedang berada di sebuah wilayah yang jelas-jelas menjalankan politik dinasti, dan mereka diam saja,” kata Ade Armando melalui medsos X pribadinya @adearmando61.

“Anak-anak BEM ini harus tahu dong kalau mau melawan politik dinasti, ya politik dinasti sesungguhnya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta, gubernurnya tidak dipilih melalui pemilu, gubernurnya adalah Sultan Hamengku Buwono ke-X yang menjadi gubernur karena garis keturunan," katanya.

Baca Juga: Ribuan Aparat Desa Kepung Gedung DPR Sambil Bakar Ban dan Lempar Botol, Minta Revisi UU Desa Disahkan

Ade Armando Minta Maaf

Sebelumnya, pegiat media sosial sekaligus politikus PSI Ade Armando meminta maaf usai menyatakan dinasti politik sesungguhnya ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Hal itu ia sampaikan saat mengkritik mahasiswa UI dan UGM yang melakukan aksi di daerah tersebut.

Adapun permintaan maaf Ade Armando disampaikan lewat unggahan video dalam akun X (Twitter) @adearmando61, Minggu (3/12) tengah malam.

"Melalui video ini, saya ingin mengajukan permintaan maaf sebesar-besarnya, seandainya video saya yang terakhir soal politik dinasti telah menimbulkan ketersinggungan dan kegaduhan terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta," kata Ade.

Baca Juga: Ribuan Aparat Desa Kepung Gedung DPR Sambil Bakar Ban dan Lempar Botol, Minta Revisi UU Desa Segera Disahkan

Ade mengaku telah mendengar akan ada aksi besar buntut pernyataannya itu. Ia mengklarifikasi apa yang dia sampaikan itu adalah pandangan pribadi, bukan mewakili DPP PSI.

"Saya sudah mendengar ada aksi tangkap Ade Armando dan rencana untuk mendatangi PSI Yogyakarta. Saya ingin sampaikan, apa yang saya katakan di video tersebut adalah sepenuhnya pandangan saya, sikap politik saya," ujarnya.

Meski begitu, dia mengaku meminta maaf karena diminta oleh DPP PSI. Sebab, video tersebut telah menimbulkan kegaduhan.

"Ini tidak ada hubungannya dengan pandangan politik dan policy dari DPP PSI dan DPW PSI Yogyakarta. Itu sepenuhnya karena pandangan saya," ucapnya.

"Tapi karena itu, mengikuti arahan dari DPP PSI, saya mengajukan permohonan maaf sebesar-besarnya pada segenap pihak bila video tersebut telah menimbulkan ketersinggungan dan kegaduhan," jelas Ade Armando.***