POJOKSATU.id, JAKARTA— Silfester Matutina yang berdebat panas dengan Rocky Gerung di acara Rakyat Bersuara di salah satu stasiun televisi nasional ternyata Relawan Jokowi di 2019.

Dan Silfester Matutina saat ini juga menjadi Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran. Dari data yang ada, dia belum diangkat menjadi komisaris BUMN.

Namun beberapa kawannya dari TKN Prabowo-Gibran telah diangkat menjadi komisaris BUMN. Dan menurut Silfester hal itu adalah langkah yang tepat.

Silfester berasal dari Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Saat ini berusia 53 tahun atau kelahiran 1971.

Baca Juga: Pendaftaran Seleksi CPNS 2024 Kementerian Agama DIPERPANJANG, Ini Jadwal Terbaru Lengkap CPNS Kemenag

Dia bertempat tinggal di Perumahan Lembah, Jalan Kepala Gading, Cinere, Kota Depok, Jawa Barat.

Silfester Matutina merupakan Ketua Umum Solidaritas Merah Putih, relawan pendukung Presiden Joko Widodo di 2019.

Sementara dengan Prabowo di tahun 2024 ini, dia ditunjuk menjadi Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Di akun instagramnya, Silfester seakan mempertegas mengenai Prabowo yang akan melanjutkan pembangunan yang sudah dimulai Jokowi.

Baca Juga: Viral Rocky Gerung Nyaris Baku Hantam dengan Wakil TKN Prabowo-Gibran, Dipicu Kata-kata Bodoh Goblog

Silfester mengungkap bahwa Jokowi dan Prabowo Subianto memiliki kesamaan visi – misi dan ingin membawa Indonesia menjadi negara maju.

“Maka tidak heran baik Jokowi dan Prabowo dapat memahami mimpi besar terkait membangun Indonesia di masa depan," katanya di akun Instagramnya.

Tanggapi TKN Jadi Komisaris BUMN

Silfester Matutina mengungkap bahwa pengangkatan sejumlah anggota TKN menjadi komisaris BUMN adalah langkah yang tepat. Menurutnya, pengangkatan ini berdasarkan kompetensi dan profesionalitas yang tinggi.

"Orang-orang yang ditunjuk adalah mereka yang kompeten dan profesional, memiliki rekam jejak baik," jelas Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran ini dalam perbincangan bersama PRO3 RRI, Kamis (13/6/2024).

Silfester menekankan bahwa penunjukan ini membawa angin segar bagi BUMN. Menurutnya, komisaris yang diangkat kali ini memiliki integritas tinggi dan bebas dari korupsi.

"Mereka harus memiliki integritas antikorupsi dan mampu memajukan BUMN," jelasnya.

Dia berpendapat bahwa masyarakat juga harus ikut mengawasi kinerja komisaris BUMN ini sehingga mereka tidak mementingkan kepentingan pribadinya sendiri.

Silfester juga menyatakan bahwa proses seleksi komisaris dilakukan dengan baik. Ia menjelaskan bahwa ada tahap wawancara dan penilaian kompetensi sebelum penunjukan.***