POJOKSATU.ID - Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan sikap tegas dalam diplomasi internasional.
Di hadapan forum Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang digelar di Jeddah, Arab Saudi, Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta menyatakan penolakan mutlak terhadap klaim sepihak Israel atas wilayah Somaliland.
Dalam pernyataannya, Anis Matta menegaskan bahwa Somaliland merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Republik Federal Somalia.
Baca Juga: Megawati Sindir Politik Panggung: Jabatan Boleh Dikejar, Tapi Pengabdian Jangan Dilupakan
Indonesia menilai, tidak ada dasar hukum maupun politik yang membenarkan pengakuan terhadap wilayah tersebut sebagai entitas terpisah.
“Somaliland merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Republik Somalia dan tidak dapat diakui sebagai entitas terpisah dalam keadaan apa pun,” tegas Anis Matta dalam forum OKI, dikutip pojoksatu.id dari inilah.com Minggu (11/1/2026).
Indonesia memandang langkah Israel bukan sekadar persoalan regional, melainkan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip dasar hukum internasional.
Baca Juga: BPJS PBI 2026, Syarat Terbaru, Cara Cek Status KIS, hingga Solusi Jika Nonaktif
Menurut Anis Matta, pengakuan sepihak atas wilayah separatis berpotensi menciptakan instabilitas dan preseden berbahaya, khususnya di kawasan Tanduk Afrika yang selama ini rawan konflik.
Pemerintah Indonesia menilai manuver tersebut bertentangan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), prinsip kedaulatan negara berdaulat, serta semangat menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.
Karena itu, Indonesia secara konsisten menolak segala bentuk intervensi dan pengakuan sepihak yang dapat menggerus keutuhan suatu negara.
Baca Juga: Masih Nunggak Listrik? Ini Akibat Fatal Saat Ajukan Promo Tambah Daya PLN 2026
Sikap tegas Indonesia sejalan dengan pandangan banyak negara dan organisasi internasional. Dalam forum yang sama, sejumlah pihak turut menyuarakan kecaman terhadap langkah Israel.
Uni Afrika, misalnya, menegaskan bahwa batas-batas negara di Afrika bersifat sakral dan tidak boleh diubah melalui pengakuan sepihak terhadap wilayah separatis.
Turki dan Mesir juga menyatakan penolakan keras terhadap klaim Israel.
Kedua negara menilai pengakuan tersebut berpotensi mengganggu integritas teritorial Somalia dan memperburuk situasi keamanan regional.
Dalam pernyataannya, Anis Matta mengajak seluruh anggota OKI untuk bersikap solid dan konsisten dalam menjaga kedaulatan Somalia.
Indonesia menekankan pentingnya menghormati prinsip non-intervensi serta menolak segala upaya yang dapat memecah belah negara berdaulat.
Baca Juga: Ini Perbedaan Instansi, OPD, dan Unit Kerja yang Wajib Dipahami ASN, Simak Lengkapnya
“Persatuan dan keutuhan Somalia adalah harga mati yang tidak dapat ditawar,” ujar Anis Matta.
Indonesia menilai, solidaritas dunia Islam dan komunitas internasional sangat dibutuhkan untuk mencegah praktik-praktik yang berpotensi merusak tatanan global.
Sikap tegas di forum OKI ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten membela hukum internasional dan kedaulatan bangsa-bangsa.
Baca Juga: SIMAK! Ini Satu-Satunya Syarat Tenaga Honorer agar Menjadi ASN di 2026
Langkah diplomasi tersebut memperkuat peran Indonesia di panggung global, tidak hanya sebagai anggota aktif OKI, tetapi juga sebagai negara yang berkomitmen menjaga perdamaian dan stabilitas dunia.
Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus mengawal isu ini bersama mitra internasional demi menjaga keutuhan Somalia dan stabilitas kawasan Afrika Timur.***




