POJOKSATU.id - Penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan tidak berlangsung mulus.

Sidang isbat yang digelar Kementerian Agama pada 17 Februari 2026 diyakini menjadi titik krusial karena sejumlah lembaga besar telah mengeluarkan hasil perhitungan hilal yang berbeda.

Situasi ini membuat publik bersiap menghadapi potensi perbedaan awal puasa, sebuah fenomena yang kembali muncul menjelang Ramadan tahun ini.

Baca Juga: Putra Raja Minyak yang Jatuh di Meja Hijau! Rekam Jejak Kerry Riza Jadi Sorotan Usai Tuntutan 18 Tahun

Kementerian Agama memastikan sidang isbat akan dilaksanakan di Auditorium HM Rasjidi Jakarta dengan menghadirkan MUI, ormas Islam, BMKG, BRIN, ahli falak, hingga perwakilan kedutaan negara-negara sahabat.

Informasi tersebut dikutip PojokSatu.id dari laporan Detikcom yang menegaskan bahwa pemerintah akan menggabungkan data hisab.

Baca Juga: PECAH! Pemerintah Siapkan Rp55 Triliun, Purbaya Sebut THR PNS Mau Dicairkan Awal Puasa!

serta laporan rukyatul hilal dari lebih dari 30 titik pemantauan sebelum mengambil keputusan resmi.

Namun sebelum sidang digelar, perbedaan sudah terlihat jelas. Muhammadiyah lebih dulu menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026.

Organisasi ini menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal dan menilai hilal sudah dianggap wujud meskipun belum dapat disaksikan secara visual, dikutip Pojoksatu.id dari Metronews

Baca Juga: Putra Raja Minyak yang Jatuh di Meja Hijau! Rekam Jejak Kerry Riza Jadi Sorotan Usai Tuntutan 18 Tahun

Di sisi lain, analisis ilmiah dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) justru menunjukkan hasil yang tidak sejalan.

BRIN memprediksi posisi hilal pada 17 Februari berada di bawah kriteria visibilitas MABIMS, sehingga hampir mustahil terlihat saat rukyat.

BRIN menyebut hilal baru berpeluang tampak pada 18 Februari, yang artinya awal Ramadan kemungkinan jatuh pada 19 Februari 2026.

Prediksi ini diperoleh dari laporan Detikcom kanal Khazanah, dikutip PojokSatu.id.

Perhitungan Kementerian Agama juga mengarah ke tanggal yang sama.

Kalender Hijriah Indonesia 2026 menunjukkan perkiraan bahwa awal puasa kemungkinan besar jatuh pada 19 Februari 2026, meski keputusan final tetap mengacu pada hasil sidang isbat.

Baca Juga: Bersiap Sahur Praktis, Ini Food Preparation Andalan Jelang Ramadan, Bangun Tidur Langsung Gercep

Dengan adanya tiga analisis berbeda pemerintah, BRIN, dan Muhammadiyah potensi perbedaan awal puasa semakin menguat.

Meski demikian, situasi ini bukan hal baru. Perbedaan metode penetapan hilal kerap membuat hasil penetapan tidak seragam.

Sidang isbat 17 Februari mendatang menjadi momen yang paling dinantikan, mengingat dinamika astronomi tahun ini cukup menantang.***