POJOKSATU.ID - Kunjungan kerja Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi ke wilayah Babelan mendadak berubah tegang.
Inspeksi lapangan yang dilakukan di lokasi pengolahan sampah Perumahan TKI/VGH, Desa Kebalen, Kecamatan Babelan, Senin (19/01/2026), diwarnai adu argumen hingga nyaris berujung ricuh.
Kedatangan para anggota dewan yang awalnya bertujuan meninjau langsung sistem pengolahan sampah di kawasan tersebut justru memicu luapan emosi warga.
Baca Juga: Disimpan di Lahan Pribadi, Aset Pemkot Bekasi Terancam Tanpa Kepastian Hukum
Mereka menilai aktivitas pengelolaan sampah di lingkungan perumahan sudah lama menimbulkan keresahan dan berdampak buruk terhadap kenyamanan serta kesehatan masyarakat sekitar.
Dalam kunjungan tersebut, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Saiful Islam, terlihat mendatangi langsung titik pengolahan sampah di Perumahan TKI/VGH Kebalen.
Ia mencoba mendengar keluhan warga sekaligus meminta penjelasan dari pihak yang mengatasnamakan pengelola sampah.
Baca Juga: Kenaikan Gaji ASN 2026 Mulai Terlihat Titik Terang, Ini Fakta Terbarunya
Namun suasana mendadak memanas ketika terjadi adu mulut antara warga dengan pihak pengelola.
Warga meluapkan kekesalan mereka terhadap aktivitas pengolahan sampah yang disebut-sebut tidak sesuai prosedur dan menimbulkan bau menyengat, serta dugaan pencemaran lingkungan.
Ketegangan di lokasi semakin meningkat ketika seorang konten kreator media sosial yang berada di tempat kejadian ikut terseret dalam kericuhan.
Baca Juga: Noel dan Parade Kendaraan Mewah! Ducati, GTR Rp 12 Miliar, hingga Klaim 32 Mobil
Konten kreator tersebut sempat menjadi sasaran kemarahan warga karena diduga membuat konten yang dinilai memicu keresahan publik terkait aktivitas pengolahan sampah di kawasan Babelan.
Situasi di tempat kejadian perkara sempat tidak terkendali. Sejumlah warga terlihat berteriak dan mendesak agar aktivitas pengolahan sampah dihentikan sementara sampai ada kejelasan dari pihak berwenang.
Aparat setempat berupaya menenangkan keadaan agar tidak terjadi bentrokan fisik.
Baca Juga: Gokil! Inilah Kekayaan Rp31,5 Miliar Bupati Pati Sudewo Bikin Publik Kaget Usai OTT KPK
Menanggapi insiden tersebut, Saiful Islam menegaskan bahwa Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi tidak akan menutup mata terhadap persoalan yang dikeluhkan warga.
Ia memastikan seluruh pihak terkait akan dipanggil untuk dimintai keterangan secara menyeluruh.
“Kita akan proses dan memanggil semua pihak yang bersangkutan untuk memberikan keterangan dan mendengar secara utuh. Kalau ada yang bisa diperbaiki, kita perbaiki bersama,” ujar Saiful, dikutip pojoksatu.id dari instagram @jabodetabek24info.
Baca Juga: KABAR MENARIK CPNS 2026! 3 Daerah Ini Jadi Hidden Gem Menuju Kursi ASN
Ia menambahkan, pengelolaan sampah harus dilakukan sesuai aturan dan tidak boleh merugikan masyarakat sekitar.
DPRD, kata dia, akan mengawal persoalan ini agar ada solusi yang adil, baik bagi warga maupun pihak pengelola.
Kisruh dalam kunjungan kerja ini sekaligus menegaskan bahwa persoalan sampah di Kabupaten Bekasi masih menjadi pekerjaan rumah serius.
Baca Juga: Fajar Sadboy Buka Suara soal Riders Fantastis, Ngaku Cukup Diberi Air Putih
Warga berharap, kehadiran DPRD tidak sekadar inspeksi, tetapi benar-benar membawa perubahan nyata bagi lingkungan mereka.***




