POJOKSATU.id - Setidaknya ada tiga bakal calon presiden atau capres yang sudah bisa dipastikan akan bertarung di Pilpres 2024 tahun depan.
Ketiga capres tersebut, di antaranya, Anies Baswedan yang diusung tiga partai yaitu Nasdem, Partai Demokrat dan PKS yang tergabung dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
Kemudian, Prabowo Subianto yang diusung Partai Gerindra, PKB yang merupakan penggagas Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).
Kini kekuatan Prabowo makin bertambah dengan bergabungnya dua partai, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar dan ditambah dukungan partai non parlemen PBB.
Terakhir, Ganjar Pranowo capres yang diusung oleh PDIP dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dan dua partai non parlemen yaitu Hanura dan Partai Perindo.
Siapakah paling berpotensi menang di antara tiga kandidat capres tersebut?
Menurut pengamat politik, Wijaya Dg Mappasomba ketiga figur capres tersebut sama-sama memiliki peluang untuk menjadi presiden dalam Pilpres 2024.
Namun, masyarakat akan melihat figur capres dari jejak rekam politiknya.
"Indonesia butuh sosok Presiden yang memiliki rekam jejak dan selalu menjadi problem solving dalam setiap permasalahan," kata Wijaya kepada Pojoksatu.id di Jakarta, Selasa (15/8/2023).
Baca Juga: Dodi Hidayatullah Tegaskan Dugaan Berhubungan Badan Modus Taaruf Itu Fitnah
Seperti misalnya, Ganjar yang sudah lalang melintang dalam dunia politik. Politisi PDIP itu tercatat pernah menjadi anggota DPR dua periode, sebelum menjadi Gubernur Jawa Tengah.
Wijaya menyebut Ganjar politisi yang terbilang sukses menjalankan tugasnya sebagai pejabat negara, baik di legislatif maupun di lembaga eksekutif.
"Ganjar melalui proses dan pendidikan politik dan diberikan tugas oleh partai dan dapat dianggap sukses memahami dan menjalankan Trias Politika dalam sistem politik demokrasi," ujarnya.
Sedangkan, Prabowo merupakan pendiri Partai Gerindra yang dikenal tegas dan memiliki rekam jejak di militer, dan kini menjadi Menteri Pertahanan.
Prabowo tercatat sudah beberapa kali maju dalam pesta demokrasi, pertama dalam Pilpres 2009 sebagai cawapres.
Kemudian, Pilpres 2014 sebagai capres, dan Pilpres 2019 juga capres, tapi kepercayaan rakyat belum berpihak kepada dirinya.
Berikutnya, Anis Baswedan, Capres yang bukan dari kader partai, tapi dipinang oleh tiga parpol untuk diusung menjadi capres.
Baca Juga: Heboh Ratusan Warga Mulyajaya Kecanduan Tramadol, Kapolres Karawang Ungkap Fakta Sebenarnya
Anies pernah menjadi Menteri Pendidikan tapi di-reshuffle di periode pertama Presiden Jokowi menjabat jadi presiden. Dan terakhir menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Menurut Wijaya, rakyat akan memilih figur capres dari jejak rekamnya selama menjabat di dunia pemerintah.
"Rakyat Indonesia sudah cerdas akan memilih siapa capresnya. Sebab Indonesia butuh sosok pemimpin yang cepat melakukan pembangunan politik di segala bidang," pungkasnya.
Reporter: mufit



