POJOKSATU.ID – Belum lama ini sosok Aipda IR tengah ramai diperbincangkan publik di media sosial.

Sebab, dirinya diketahui telah bertindak arogan terhadap salah seorang warga di Grobogan, Jawa Timur yang berujung salah tangkap.

Berdasarkan informasi dihimpun, oknum polisi tersebut melakukan intimidasi terhadap seorang pencari bekicot, Kusyanto (38).

Baca Juga: Polda Sumut Ungkap 114 Kasus Narkoba dalam Sepekan, 133 Tersangka Ditangkap

Yang mana, Kusyanto dituduh hingga dipaksa mengaku oleh Aipda IR sebagai pencuri mesin pompa air milik warga.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media jpnn.com pada Senin (10/3/2025) yang mengungkap kasus tersebut.

Dalam artikelnya, Aipda IR dikonfirmasi merupakan pelaku yang telah melakukan tindak kejahatan terhadap Kusyanto.

Baca Juga: Ketika Sherina dan Chef Renatta Masak Bersama: Momen Langka Bikin Viral!

Terlebih, pencari bekicot itu diketahui tidak hanya mengalami intimidasi dan dipaksa mengaku mencuri.

Melainkan, Kusyanto diketahui juga dianiaya hingga berkali-kali lantaran tidak mengaku sebagai pencuri mesin pompa air.

Kasus ini turut ditanggapi oleh Kasi Humas Polres Grobogan AKP Danang Esanto terkait insiden tersebut.

Baca Juga: Sempat Stabil Selama Beberapa Hari, Harga Emas Antam Kini Naik Tipis-tipis, Cek Harganya Disini!

Danang menuturkan bahwa pelaku tindak kejahatan yang telah merugikan pencari bekicot itu ialah sosok Aipda IR.

Tidak hanya itu, Kasi Humas Polres Grobogan ini juga menambahkan bahwa pelaku tengah ditindaklanjuti.

Tentu, hal ini dilakukan aparat kepolisian guna mengetahui landasan Aipda IR melakukan tindakan yang berujung salah tangkap.

Baca Juga: Inilah Sosok Kusyanto, Pencari Bekicot di Grobogan Jadi Korban Salah Tangkap Oknum Polisi Hingga Dipaksa Ngaku Mencuri

“Anggota yang diperiksa berasal dari Polsek Geyer, dengan pangkat Aipda, dan inisial IR. Saat ini, masih diperiksa sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.

“Kami fokus pada proses pemeriksaan dulu, nanti perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” lanjutnya.

Perlu diketahui, aparat kepolisian tidak hanya melakukan pemeriksaan terhadap pelaku seorang diri saja.

Baca Juga: RSUD Jatisari Gelar Pengobatan Gratis untuk Warga Terdampak Banjir di Karangligar

Melainkan, beberapa saksi yang terlibat langsung dalam insiden tersebut juga diperika oleh aparat penegak hukum. ***