POJOKSATU.ID – Belum lama ini Serli Marcell Adi Pratama, anak lurah di Lampung sedang ramai diperbincangkan publik.

Seperti diketahui, nama Serli Marcell Adi Pratama viral di media sosial usai rumah ayahnya, Sukardi dibakar.

Berdasarkan informasi dihimpun, dibakarnya rumah Lurah Gunung Agung di Lampung Tengah ini lantaran dirinya diduga korupsi yang berujung memicu insiden penikaman.

Baca Juga: Perjalanan Hidup Romeo, Pelajar Karawang yang Berubah Total Demi Merah Putih

Usut punya usut, Serli Marcell Adi Pratama yang diduga anak koruptor ini ternyata dituding tukang bully.

Sebagaimana halnya dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @k0usushi pada Minggu (18/5/2025).

Dalam unggahannya, Serli yang tengah duduk di bangku perkuliahan ini dikenal sebagai tukang bully.

Baca Juga: Hindari Spekulasi, Ragnar Oratmangoen Klarifikasi Alasan Tak Bisa Perkuat Timnas Indonesia Kontra China dan Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Tidak hanya itu, anak lurah di Lampung ini juga dicap hedon lantaran selalu mengumbar harta kekayaan.

Terlebih lagi, Serli yang hidupnya sudah penuh dengan kecukupan ini ternyata juga sempat menerima dana Program Indonesia Pintar (PIP).

“Aku mau spill tentang si anaknya dulu, soalnya dia pembully, tukang labrak, bener-bener OKB yang kampungan,” jelas di-caption.

Baca Juga: Hargobinangun, Desa BRILiaN di Lereng Merapi yang Sukses Bangkitkan Ekonomi Lewat Wisata dan Pertanian

“Dia pernah dapet PIP kak, terus dipamerin pake caption ‘lumayan buat bayar spaylater’, pembully juga kak,” lanjutnya.

Diketahui, insiden penikaman ini terjadi usai warga bernama Surya berselisih paham dengan keluarga Sukardi bernama Agus Sadewo.

Tidak lain, perselisihan ini berlangsung pada Sabtu (17/5/2025) terkait persoalan dugaan korupsi dana bansos.

Baca Juga: Dukungan Mengalir ke Demokrat, Sekjen Herman Khaeron : Bukti Kepemimpinan AHY Diakui

Dalam aksinya, Agus diketahui tidak terima dengan tudingan yang dilontarkan para warga terkait dugaan korupsi tersebut.

Bukan main, dugaan korupsi yang beredar di kalangan masyarakat setempat ini disinyalir dalam bentuk beras sebanyak 4 ton.

Yang mana, kalau diperkirakan dengan harga jual beredar mencapai Rp36 juta dari total keseluruhan beras tersebut.

Baca Juga: Ayu Ting Ting Gelar Konser Dangdut Perdana Bernuansa K-Pop pada Agustus 2025, Berikut Daftar Lengkap Harga Tiketnya

Oleh karena itu, kerabat Lurah Gunung Agung yang tidak terima dengan cemoohan para warga ini melakukan penganiayaan terhadap korban hingga meninggal dunia.

Mengetahui insiden ini, pihak keluarga dan warga setempat sontak tersulut emosi hingga melakukan serangan balik.

Yang mana, mereka melakukan pembakaran di rumah Sukardi lantaran tidak terima dengan perlakuan keluarganya.

Baca Juga: Herman Khaeron di Rakerda Kepri: Siapkan Kader dan Figur Mulai Sekarang

Terlebih, aksi penikaman itu terjadi lantaran antara korban dan pelaku berselisih pendapat terkait dugaan korupsi bansos yang dilakukan Sukardi.

Hingga detik ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus penikaman hingga dugaan korupsi tersebut. ***