POJOKSATU.ID – Belum lama ini nama Pratama Wijaya Kusuma tengah ramai jadi sorotan publik.

Bagaimana tidak, hal ini terjadi usai mahasiswa Universitas Lampung (Unila) tersebut dikabarkan telah meninggal dunia.

Yang mana, Pratama Wijaya Kusuma disebut tewas usai diduga disiksa oleh senior saat mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) sebuah organisasi.

Baca Juga: Sosok Pratama Wijaya Kusuma, Mahasiswa Unila Tewas Diduga Disiksa Senior saat Diksar Pecinta Lingkungan

Berdasarkan informasi dihimpun, mahasiswa Unila tersebut tidak hanya mendapat siksaan fisik, melainkan juga dipaksa minum cairan spiritus.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @jekkwalterz pada Minggu (1/6/2025).

Dalam unggahannya, M Zidan Azzakri selaku koordinator massa aksi demonstrasi turut mengonfirmasi kasus tersebut.

Baca Juga: Pengumuman, WNA di Indonesia Wajib ke Kantor Imigrasi Untuk Perpanjangan Izin Tinggal

Seperti diketahui, Zidan dan beberapa puluhan mahasiswa lainnya menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Unila.

Tidak lain, mereka menggelar aksi itu guna meminta keterlibatan pihak kampus dalam menangani kasus tersebut.

Dalam aksi demonstrasi tersebut, Zidan menuturkan salah satu bentuk tindak penganiayaan yang diterima oleh korban.

Baca Juga: Syarat Masuk Sekolah Rakyat, Gus Ipul : Tidak Ada Tes Akademik, Adanya Tes Administrasi

Yang mana, dirinya menyebutkan dengan jelas bahwa Pratama sempat mendapat penganiayaan dengan meminum sebuah cairan bahan bakar.

“Itu (korban) mulai dari ditendang perutnya, dadanya, ditonjok-tonjok, bahkan almarhum sampai minum spiritus,” jelasnya.

“Saking parahnya, itu tindakan-tindakan yang sangat tidak manusiawi,” tandas Zidan selaku koordinator massa aksi.

Baca Juga: Pernyataan 'Tidak Ada Alasan Membenci Israel Jika Kedaulatan Palestina Diakui' Jadi Kontroversi, Ketua MUI Prof Sudarnoto Minta Maaf dan Klarifikasi

Tidak hanya itu, Zidan juga menjelaskan kronologi tewasnya Pratama usai mendapat tindak kekerasan.

Berdasarkan pengakuan koordinator massa aksi itu, Pratama berakhir meninggal dunia tidak lama setelah mendapat penganiayaan dari jajaran seniornya.

“Korban, khususnya almarhum Pratama ini mulai sakit-sakitan sampai dengan bulan puasa (2025) beliau sudah memang tidak berdaya,” jelasnya.

Baca Juga: Pasien KIS Kota Padang Dianggap Sepele Berujung Meninggal, Sempat Ditolak Berobat di IGD RSUD Rasidin

“Sampai tanggal 28 bulan April kemarin, beliau (Pratama) menghembuskan nafas terakhirnya,” lanjutnya.

Hingga sampai saat ini, kasus kematian Pramata diketahui masih terus bergulir lantaran tidak kunjung menemukan titik terang. ***