POJOKSATU.ID - Belum lama ini kabar duka datang dari sosok kader PDI Perjuangan (PDIP) Nusyirwan Soejono.

Sebab, Ketua DPP PDIP itu baru saja dikabarkan telah meninggal dunia pada Minggu (30/3/2025).

Tidak heran, kabar ini sontak membuat publik terkejut lantaran Nusyirwan Soejono bukanlah sosok sembarangan.

Baca Juga: Inilah Tampang Jumran, Oknum TNI AL yang Diduga Jadi Pelaku Pembunuhan Jurnalis Wanita di Kalsel

Seperti diketahui, dirinya sempat dijegal melalui kampanye hitam di kawasan Magelang, Jawa Tengah.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media radarmegaleng.jawapos.com terkait kebenaran tersebut.

Dalam artikelnya, Nusyirwan dikonfirmasi sempat dijegal melalui beragam fitnah yang dilontarkan oleh para penyangkalnya.

Baca Juga: Profil Seklias Nusyirwan Soejono, Ketua DPP PDI Perjuangan Dikabarkan Telah Meninggal Dunia

Yang mana, kampanye hitam itu mencuat saat dirinya hendak maju dalam kontestasi legislatif pada Pileg 2024.

“Spanduk tersebut berisi ujaran kebencian yang menyerang calon legislatif PDIP,” jelas dikutip.

“Dalam spanduk tersebut, tertulis skandal Nusyirwan Soejono, terpampang fotonya ditambah kanan dan kirinya ada foto dua perempuan,” lanjutnya.

 Baca Juga: Buntut Kasus Pembunuhan Jurnalis Wanita di Kalsel: Pihak Keluarga Juwita Dilarang Ikut Gelar Perkara

Namun, hal ini justru tidak diambil pusing oleh Nusyirawan terkait kampanya hitam yang diglorafikasi di kawasan Magelang.

Sebab, Ketua DPP PDIP itu menuturkan bahwa pernyataan yang dilontarkan sama sekali tidak benar adanya.

“Silakan aja. Saya tidak bisa menghalangi semua orang untuk berbuat apa saja,” ucap Nusyirwan.

Baca Juga: Anggota DPD RI Agustin Teras Narang Dorong Kalteng jadi Percontohan Pengelolaan ASN Berkualitas

“Dan, siapa yang membuat spanduk tersebut saya juga tidak tahu,” lanjut politikus senior PDIP tersebut.

Namun, sosok Nusyirwan yang dikenal keras dalam menangani permasalahan kebijakan pemerintah ini justru tidak ada lagi.

Dikarenakan, dirinya baru saja dikabarkan telah meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Mayapada, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. ***