POJOKSATU.ID – Nama Dheninda Chaerunnisa, Ketua Komisi III DPRD Gorontalo Utara (Gorut), Gorontalo belakangan ini tengah ramai disorot publik.
Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi usai Dheninda Chaerunnisa viral diduga ejek orator massa aksi saat didemo.
Usut punya usut, Ketua Komisi III DPRD Gorut ini ternyata memiliki seorang kekasih sesama anggota dewan.
Berdasarkan informasi dihimpun, pacar Dheninda Chaerunnisa ini bernama Alwi Kusuma Lapananda yang dikenal salah satu anggota Komisi I DPRD Gorut.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Dheninda pada Selasa (14/10/2025).
Dalam unggahannya, tampak jelas foto yang menampilkan sosok Ketua Komisi III DPRD Gorut tersebut bersama dengan kekasihnya.
Di mana, dalam foto itu, keduanya tampak berdekatan mesra saat berada di ruangan Alwi selaku anggota DPRD Gorut.
Tidak heran, latar belakang hingga profil terkait Dheninda ramai jadi sorotan publik imbas viral di berbagai platform.
Seperti diketahui, kader Partai Nasdem itu berakhir dikecam publik usai diduga cibir orator saat dirinya didemo pada Senin (13/10/2025).
Baca Juga: Inovasi Riset UGM, Dari Padi Gamagora hingga Beras Presokazi, Dukung Kemandirian Pangan Nasional
Hal ini turut ditanggapi langsung oleh Koordinator aksi dari Aliansi Masyarakat Peduli Gorut (AMP-Gorut), Andi S Buna.
Yang mana, Andi menyampaikan keresahannya terkait sikap Dheninda yang dinilai mencederai sosok wakil rakyat.
“Kami datang dengan itikad baik membawa suara rakyat, tapi yang kami dapat justru sikap mencibir dan melecehkan,” jelasnya.
Baca Juga: BNN RI dan Kementerian Kepolisian Fiji Jalin Kerja Sama Cegah Peredaran Gelap Narkoba
“Ini bentuk arogansi dan ketidakhormatan terhadap publik,” lanjut Andi yang dikutip dari portal Pojoksatu.id.
Ditambahkan Andi, dirinya menyampaikan keprihatinan terhadap etika Dheninda saat berhadapan langsung depan masyarakat.
Sebab, pertemuan Ketua Komisi III DPRD Gorut dengan rakyat itu tidak hanya sekadar perjumpaan biasa.
Baca Juga: Inovasi Dosen UPI Tasikmalaya, Padukan AI dan Kearifan Lokal dalam Pendidikan Dasar
Melainkan, adanya keresahan hingga harapan yang dirasakan masyarakat untuk menyuarakan aspirasinya.
Seperti diketahui, aksi demonstrasi itu digelar dengan tujuan untuk meminta penjelasan atas pernyataan kontroversial Dheninda.
Yang mana, kader Nasdem itu menyebutkan bahwa adanya calo dalam proses rekrutmen Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Baca Juga: Penyebab TPG Triwulan 3 Guru Bersertifikasi Hingga Kini Belum Masuk ke Rekening!
Oleh karena itu, Dheninda mengimbau kepada jajaran masyarakat untuk tidak terlena dengan bualan oknum dalam mengikuti proses rekrutmen tersebut.
“Aspirasi tersebut kami sahuti agar tindakan yang tergolong ilegal tidak meluas dan merugikan masyarakat (PPPK paruh waktu),” jelasnya.
“Saya pastikan agar tidak ada PPPK paruh waktu yang tergiur dengan aksi oknum yang tidak bertanggungjawab yang umum diistilahkan sebagai calo,” lanjutnya. ***



