POJOKSATU.ID – Belum lama ini publik tengah dihebohkan dengan insiden aksi demonstrasi yang kian memprihatinkan.

Seperti diketahui, aksi demo yang digelar mulai Senin (25/8/2025) kemarin terus-menerus memakan korban jiwa.

Tidak lain, hal ini dikarenakan aksi unjuk rasa tersebut mendadak berubah menjadi sasana perselisihan konflik antar sesama.

Baca Juga: TPG Triwulan 3 Cair! Guru Wajib Cek Data dan SKTP Agar Tunjangan Tepat Waktu

Menariknya, konflik horizontal itu tidak tercipta secara natural, melainkan sudah dirancang sedemikian rupa agar massa aksi berujung melakukan pemberontakan.

Hal ini disampaikan langung oleh penggiat media sosial, Ferry Irwandi yang mengungkapkan adanya dalang kericuhan dalam aksi demonstrasi tersebut.

Yang mana, para provokator itu disebut menyampaikan pesan propaganda yang dikemas dalam bentuk pendekatan emosional.

Baca Juga: Demo 2 September 2025, Rencananya Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan Hari ini!

Tidak lain, hal tersebut dilakukan agar massa aksi terpecah belah dan melakukan upaya demonstrasi melalui jalur anarki.

Dalam unggahan Instagramnya, Ferry menyampaikan ada beberapa akun yang dituding sebagai provokator aksi tersebut.

“Dalang kerusuhan yang mulai dari tanggal 25 dan berlanjut sekarang bisa kita temukan dari melacak pemberi kerja akun-akun ini,” utasnya.

Baca Juga: Kemendikdasmen Meluncurkan Program Manajemen Talenta untuk Pendidikan Berkualitas

“Jika pihak keamanan benar-benar mencari sumber kerusuhan ini, maka mereka harus diselidiki,” lanjutnya.

“Sebagai gambaran, di X akun-akun ini punya kesamaan, membela pemerintah dan gak segan melakukan fitnah,” imbuhnya.

“Dan tuduhan untuk lawan mereka dan tentu kalau ditelusuri bisa lebih banyak lagi,” tambah Ferry di-caption.

Baca Juga: Kemensos dan Komdigi Bekerjasama Mewujudkan Digitalisasi Sekolah Rakyat!

Yang mana, sejumlah akun tersebut antara lain, @Ndrewstjan, @mas_veel, @Heraloebss, dan @tekarok007.

Seperti diketahui, meskipun Presiden Prabowo Subianto telah memberikan “angin segar” melalui konferensi pers.

Aksi demonstrasi yang berujung pada pemberontakan terus berlanjut hingga detik ini pada Selasa (2/9/2025).

Baca Juga: Dari 1.240 Demonstran Anarkis yang Ditangkap Polisi, Ternyata 22 Positif Narkoba

Seperti halnya yang terjadi di kawasan Jawa Barat, sejumlah universitas mendadak diserang aparat berseragam tanpa pandang bulu. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov