POJOKSATU.ID - Wafatnya Sri Susuhunan Pakubuwono XIII pada Sabtu 2 November2025.

Membawa duka mendalam bagi masyarakat Surakarta dan pengikut Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Namun, di balik suasana berkabung, muncul pertanyaan besar, siapa yang akan memimpin sementara Keraton Solo hingga pengukuhan raja baru dilakukan?

PB XIII wafat pada usia 76 tahun di Rumah Sakit Slamet Riyadi Solo setelah sempat dirawat intensif beberapa hari sebelumnya.

Baca Juga: Prabowo Ingatkan Tak Ada Pemimpin Sempurna, Tapi Layak Dihormati

Sosok yang bernama lengkap Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Hangabehi Sri Susuhunan Pakubuwono XIII.

Ini memimpin Keraton sejak tahun 2004, setelah melalui masa dualisme internal pasca wafatnya PB XII.

Kini, kepergian beliau kembali membuka babak baru transisi suksesi di tubuh Keraton Solo.

Usai kabar duka diumumkan, Keraton Surakarta langsung menetapkan masa belasungkawa dan penghentian sementara kegiatan adat.

Baca Juga: Lulus Sekolah Kedinasan Langsung Jadi CPNS, Tapi Cek Dulu Syarat Tinggi Badanmu

Para abdi dalem, sentana, dan kerabat keraton menutup diri untuk publik sambil menyiapkan upacara adat pemakaman.

Yang dilakukan secara tertutup di kompleks Astana Pajimatan Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

Pasca wafatnya PB XIII, nama KGPAA Hamangkunegoro kembali mencuat.

Ia merupakan putra mahkota yang sudah ditetapkan secara resmi melalui surat penetapan Keraton Solo pada 27 Februari 2022.

Hamangkunegoro, yang kini berusia 23 tahun, adalah putra dari PB XIII dan GKR Pakubuwono.

Dalam beberapa tahun terakhir, ia kerap mendampingi ayahandanya dalam kegiatan adat dan acara resmi kerajaan.

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak keraton mengenai waktu penobatan atau pisowanan agung sebagai bentuk pengesahan raja baru.

Dalam sistem adat Keraton Kasunanan, tidak dikenal posisi “penjabat raja” secara formal.

Baca Juga: Kapan Gaji Pertama PPPK Paruh Waktu Cair? Ini Jadwal Resminya dan Syarat yang Harus Dipenuhi Agar Tidak Tertunda

Namun, dalam masa transisi seperti saat ini, pengelolaan administratif dan protokoler Keraton biasanya dijalankan.

Oleh Majelis Adat dan keluarga inti Keraton, termasuk para sentana dalem senior.

GKR Timoer Rumbai saat ini berperan sebagai koordinator keluarga dalam urusan transisi dan komunikasi dengan pihak luar.

Termasuk pemerintah daerah dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang membawahi urusan cagar budaya.

Baca Juga: Nafa Urbach Bela Tunjangan DPR Rp50 Juta Rakyat Kaget, Netizen Murka

Selain itu, para sesepuh keraton juga akan mempersiapkan sidang adat internal untuk memastikan legitimasi penerus tahta berjalan sesuai aturan leluhur.

Masyarakat Surakarta berharap, siapa pun yang nantinya dikukuhkan sebagai raja baru.

Dapat melanjutkan rekonsiliasi dan revitalisasi Keraton Solo yang sempat terbelah selama beberapa dekade.

Warga juga menantikan agar kepemimpinan baru bisa membuka kembali akses publik.

Ke kompleks keraton dan memperkuat kegiatan budaya Jawa di tengah masyarakat modern.

Selama masa berkabung, Keraton Kasunanan Surakarta masih akan dijaga ketat.

Dan semua kegiatan adat ditunda hingga 40 hari ke depan, menunggu keputusan resmi penetapan raja baru.***