POJOKSATU.ID - Hujan deras yang mengguyur Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu malam (8/11/2025) menyisakan jejak lumpur di jalanan dan rumah warga.

Namun sehari setelah air surut, suasana kota kembali ramai, Warga tak menunggu lama untuk bangkit.

Dari pedagang kaki lima hingga pemilik warung kopi, mereka mulai membuka kembali usaha kecilnya, meski lantai toko belum sepenuhnya kering.


Kota yang Tak Mau Tenggelam

Bagi warga Bima, banjir bukan hal baru. Namun semangat mereka untuk bertahan selalu menjadi kisah inspiratif.

Baca Juga: Menanti Keputusan BKN, Massa Calon PPPK Paruh Waktu Baubau Turun ke Jalan

Di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, terlihat deretan kios yang mulai buka sejak Minggu pagi.

Tak jauh dari situ, Adi (30), pemilik bengkel motor, terlihat membersihkan oli bercampur lumpur dari lantai tokonya.

Ia memilih tetap membuka bengkel meski listrik baru menyala sebagian.


UMKM Jadi Tulang Punggung Pemulihan

Menurut data Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bima, ada lebih dari 1.200 pelaku usaha kecil yang terdampak banjir kali ini.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Tegaskan CPNS 2026 Bukan Beban APBN, Tapi Investasi untuk ASN Berkualitas

Sebagian besar merupakan pedagang makanan, penjahit, dan usaha jasa. Pemerintah kota tengah menyiapkan bantuan modal darurat berupa pinjaman ringan dan peralatan usaha.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan perbankan daerah untuk menunda cicilan kredit bagi pelaku UMKM terdampak banjir.

Langkah itu disambut positif oleh pelaku usaha.

 

Dari Lumpur ke Harapan Baru

Kebangkitan ekonomi kecil di Bima tak hanya soal bertahan hidup, tapi juga simbol keteguhan masyarakat.

Baca Juga: TPG TW 3 dan 4 Belum Cair Hingga Akhir Tahun? Ini Sanksi dan Solusi Dana Sisa yang Harus Ditransfer ke 2026

Di tengah genangan lumpur, terlihat anak-anak membantu orang tuanya menata barang dagangan, sementara remaja membersihkan jalan agar pembeli bisa lewat.

Beberapa komunitas relawan ikut membantu dengan mengumpulkan donasi berupa bahan baku, peralatan, dan sabun cuci untuk usaha rumah tangga.

Mereka juga membuka dapur umum sementara di depan kantor kelurahan.


Pemkot Dukung Pemulihan Ekonomi

Pemerintah Kota Bima menjanjikan program “Bima Bangkit Ekonomi Rakyat” sebagai bagian dari pemulihan pascabanjir.

Baca Juga: Banjir Berulang di Bima, Warga Desak Pemerintah Perbaiki Drainase

Wali Kota Bima mengatakan, bantuan modal, pembinaan usaha, dan pelatihan digital marketing akan disalurkan mulai akhir November.

Selain bantuan modal, Pemkot juga menyiapkan bazar UMKM di Lapangan Serasuba bulan depan sebagai wadah promosi bagi usaha kecil terdampak.


Semangat yang Tak Pernah Surut

Kehidupan di Bima perlahan pulih. Meski bekas lumpur masih terlihat di beberapa tempat, suara wajan, mesin jahit, dan aroma kopi kembali mengisi udara.

Baca Juga: Fakta Mengejutkan! TPG TW 3 Non-ASN Lebih Cepat Cair daripada ASN, Ini Analisis Validasinya

Di tengah keterbatasan, warga membuktikan bahwa keteguhan bisa menjadi energi pemulihan yang sesungguhnya.

Banjir mungkin datang setiap tahun, tapi semangat warga Bima untuk bangkit selalu lebih kuat dari air yang meluap.

Mereka bukan hanya membersihkan kota, tapi juga menyalakan kembali denyut ekonomi lewat tangan-tangan kecil yang penuh kerja keras.***