POJOKSATU.id, JAKARTA—Mantan Ketua KPK Abraham Samad membocorkan isi pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto selama lima jam.
Kini giliran mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu menyampaikan isi pertemuan selama 5 jam bersama Prabowo di Jalan Kertanegara 4, Jaksel, Jumat (30/1) lalu.
Diketahui, tujuh tokoh nasional dilaporkan hadir dalam pertemuan itu antara lain Peneliti Senior BRIN Siti Zuhro, Susno Duadji, Abraham Samad, Said Didu, dan beberapa tokoh lainnya.
Said Didu melalui unggahan di akun X pribadinya, Minggu, 1 Januari 2026, menyebut pertemuan berlangsung cukup panjang, mulai pukul 17.00 hingga sekitar 20.45 WIB.
Baca Juga: Prabowo Minta Masukan Abraham Samad Terkait Reformasi Kepolisian dan Pemberantasan Korupsi
Dimana Presiden mempresentasikan langsung arah kebijakan strategis nasional.
Dikatakan bahwa diskusi berjalan dinamis dan terbuka, di mana seluruh undangan diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan secara bebas.
Presiden Prabowo juga disebut mendengarkan secara aktif berbagai masukan yang disampaikan.
“Diskusi sangat dinamis dan Bapak Presiden mendengarkan dengan baik dan berdiskusi terhadap banyak isu strategi dan “sensitif” demi perbaikan bangsa ke depan,” tulisnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sejumlah isu strategis dan sensitif turut dibahas dalam forum tersebut, termasuk reformasi Polri dan keanggotaan Indonesia di Board of Peace (BoP) Gaza.
Baca Juga: Tujuh Tokoh Nasional Bertemu Prabowo di Kertanegara 4, Mensesneg Ungkap Mereka Bukan Oposisi
“Isu-isu strategis dan sensitif seperti reformasi Polri, BoP (Boarding of Peace) Gaza juga dibahas serta isu-isu lainnya. Ini menunjukkan bahwa Bapak Presiden @prabowo sangat terbuka untuk berdiskusi,” ungkapnya.
Said Didu mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut terdapat kesepakatan untuk menjadikan agenda pengembalian kedaulatan negara dan rakyat sebagai prioritas utama, termasuk pemberantasan korupsi dan pengelolaan sumber daya alam.
Kemudian juga komitmen mereka untuk melawan pihak-pihak yang dinilai menghambat agenda pengembalian kedaulatan bangsa di berbagai sektor.
Berita sebelumnya, Abraham Samad diundang dalam kapasitasnya sebagai mantan Ketua KPK. Dan dalam pertemuan itu ada sekitar 7 orang tokoh yang diundang presiden.
Sementara Presiden Prabowo didampingi Menlu Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Mayjen (Purn) Zacky Makarim.
Menurut Samad, Prabowo lebih banyak santai dan sambil bercanda. Presentasinya juga cukup lama tentang program penyelamatan sumber daya alam, program-program pemerintah, dan hasil forum ekonomi di Davos, Swiss.
Para tamu yang diundang juga menyampaikan idenya kepada Prabowo. Samad diminta pandangan tentang bagaimana meningkatkan indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia.
Samad dalam diskusi itu mengatakan harus membuat roadmap pemberantasan korupsi yang lebih efektif, agar bisa meningkatkan indeks persepsi korupsi.
Abraham Samad juga memberikan pandangan mengenai reformasi kepolisian yang sedang digerakkan Presiden Prabowo Subianto.***




