POJOKSATU.id, JAKARTA-- Massa dari Penyelamat Negara Demi Kemakmuran Rakyat (PENDEKAR) menggelar aksi damai di Gedung Kejaksaan Agung, Senin (6/10).

Massa Pendekar ini mendesak Kejaksaan Agung membabat habis mafia tambang di Konawe Utara Sulawesi Tenggara.

Aksi ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap instruksi Presiden Republik Indonesia yang menegaskan agar aparat penegak hukum memberantas mafia tambang dan menyikat para maling sumber daya alam negara tanpa pandang bulu.

Ketua Umum PB Pendekar, Sasriponi Bahrin Ranggolawé menegaskan, bahwa aksi ini digelar untuk mendesak Kejaksaan Agung segera memproses hukum dan menangkap para pelaku yang diduga melakukan illegal mining di wilayah IUP PT Bososi Pratama, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, yang diduga dilakukan oleh kelompok PT Palmina Adhikarya Sejati (PAS).

Baca Juga: Hacker Bjorka Ngamuk, Bocorkan Data 341 Ribu Personel Polri, Nomor Handphone hingga Email

“Kami menuntut agar Kejaksaan Agung segera menindaklanjuti laporan kami, negara dirugikan Rp800 miliar. Kami menuntut kejagung segera memproses dan mengusut tuntas dan menangkap pelaku illegal mining yang menggunakan izin IUP PT Bososi secara melawan hukum," kata Sasriponi dalam orasinya, Senin (6/10).

Sasriponi meminta Kejaksaan Agung menertibkan pihak yang melakukan pencurian ore nikel di IUP PT Bosasi sejak 2017 hingga sekarang. LSM Pendekar juga menuntut oknum-oknum jenderal APH yang bermain di tambang ilegal segera diusut seperti arahan Presiden Prabowo.

"Sesuai instruksi Presiden RI agar oknum jenderal dan aparat penegak hukum tidak bermain tambang ilegal yang merampok kekayaan rakyat. Hancur rusak negara ini," ungkapnya.

Baca Juga: INFO GTK Tidak Valid karena Ada Perbedaan Data di Dapodik dan BKN? Solusinya Cuma Ada 1, CEK di Sini!

Selain itu, PB Pendekar meminta Kejagung segera menindaklanjuti laporan tersebut terhadap PT PAS. Dan hal itu sejalan dengan perintah langsung Presiden Republik Indonesia yang menegaskan pentingnya pembersihan sektor pertambangan dari mafia dan pelaku penyalahgunaan izin tambang.

“Negara jangan kalah oleh mafia tambang. Mereka adalah maling sumber daya bangsa yang hidup dari penderitaan rakyat. Kami berdiri untuk kebenaran, demi menyelamatkan kekayaan alam yang seharusnya untuk kemakmuran rakyat, bukan untuk para penjahat tambang,” imbuhnya.

“Instruksi Presiden sudah jelas berantas mafia tambang, sikat para maling sumber daya negara. PB Pendekar akan terus mengawal kasus ini sampai keadilan ditegakkan,” terang Sasriponi.***