POJOKSATU.id, JAKARTA— Orang dekat Prabowo yang juga Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyebut bahwa harga Pertamax naik drastis sejak Maret 2026.

Kata Teddy, sudah berbulan-bulan Prabowo menahan agar harga Pertamax ini tidak naik di pasaran.

Dia juga menyebut harga Pertamax di Indonesia ini masih jauh lebih murah dibandingkan negara lain.

Teddy dalam keterangannya dikutip Minggu (14/6/2026) menjelaskan, harga minyak dunia sudah naik drastis sejak Maret 2026.

Baca Juga: Tiyo Ardianto Temukan Alat Pelacak di Bawah Mobil Usai Demo di Gejayan, Terima Kasih Pak Prabowo

Namun, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sudah menahan kenaikan harga Pertamax selama berbulan-bulan.

Sementara itu, Teddy menekankan harga BBM non-subsidi, yakni Pertalite tidak naik dimana harga Pertalite Rp 10.000 per liter dan Solar Rp 6.800 per liter.

"Walaupun naik, harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibanding BBM RON 92/95 di negara lain," ujar Teddy.

Teddy membeberkan, di Indonesia, harga Pertamax yang merupakan RON 92 dipatok Rp 16.250 per liter.

Baca Juga: Buntut Demo Sekitaran Bundaran HI, ANH Tersangka Bom Molotov, Pria R Jadi Saksi

Bandingkan dengan harga BBM RON 92/95 di Filipina bisa mencapai Rp 22.158. Lalu, di Laos Rp 31.945, di Thailand Rp 28.910, di Myanmar Rp 25.085, sementara di Singapura menyentuh level Rp 42.971.

Kemudian, Teddy juga menjelaskan bahwa Pertamax merupakan BBM non-subsidi.

"Artinya, harga Pertamax harus mengikuti harga minyak dunia," ucap Teddy.

Diketahui, dalam demonstrasi 12 Juni 2026, mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia membawa lima tuntutan kepada pemerintah, yaitu:

1. Stop atau hentikan pemborosan APBN

2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan harga BBM

3. Hentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih

4. Hentikan militerisme di ranah sipil

5. Pemerintah Prabowo-Gibran diminta mengakui kesalahan dan tidak menghindari kritik publik.***