POJOKSATU.ID - Kabar duka datang dari medan tugas perdamaian dunia. Satu prajurit TNI dilaporkan gugur saat menjalankan misi di Lebanon, di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) membenarkan insiden tersebut.

Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mawengkang, menyampaikan bahwa peristiwa terjadi saat kontingen Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tengah bertugas di wilayah rawan.

Baca Juga: Usai Idul Fitri, Kapolres Karawang Evaluasi Ops Ketupat 2026: Aman dan Kondusif

Menurutnya, serangan artileri tidak langsung menghantam posisi pasukan Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr. Dalam insiden itu, satu personel gugur dan tiga lainnya mengalami luka-luka.

“Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya satu personel pemelihara perdamaian,” ujar Yvonne dalam keterangan resmi, Senin (30/3/2026).

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara militer Israel dan kelompok bersenjata di wilayah Lebanon selatan.

Baca Juga: 4 Sumber Penghasilan Guru April 2026 Terungkap, Ini Panduan Menghitung Total Pendapatan Sesuai Status Anda

Saling serang yang terus berlangsung memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah Indonesia pun mengecam keras serangan tersebut. Selain itu, Indonesia mendesak agar dilakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan untuk mengungkap penyebab insiden.

Tak hanya itu, penghormatan setinggi-tingginya juga diberikan kepada prajurit yang gugur.

Baca Juga: bank bjb Kembali Dipercaya Kelola BSPS 2026, Dorong Pertumbuhan Properti dan UMKM Lokal

Pemerintah menilai pengorbanan tersebut merupakan bentuk dedikasi luar biasa dalam menjaga perdamaian dunia.

Di sisi lain, perhatian serius juga diberikan kepada tiga prajurit yang terluka. Pemerintah memastikan mereka mendapatkan perawatan medis terbaik.

Kemlu RI juga menyatakan tengah berkoordinasi dengan pihak UNIFIL untuk proses pemulangan jenazah ke Indonesia. Dukungan penuh juga disiapkan bagi keluarga korban.

Indonesia kembali menegaskan pentingnya perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di wilayah konflik. Keselamatan mereka harus menjadi prioritas semua pihak.

Baca Juga: Amsal Sitepu Protes Keras di Persidangan, Ide, Konsep hingga Editing Video Disebut Bernilai Nol Rupiah Oleh Jaksa

Selain itu, Indonesia juga menyerukan penghentian serangan dan mengajak semua pihak kembali ke jalur diplomasi guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Situasi di Lebanon saat ini masih terus dipantau. Pemerintah memastikan akan terus berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pihak terkait untuk menjamin keamanan seluruh personel TNI yang bertugas.***