POJOKSATU.id – Sisa lumpur yang sudah mengering masih terlihat di sudut-sudut sebagian sekolah di Kabupaten Bireuen dengan dinding-dinding masih menyisakan bekas rendaman air setinggi hampir 2 meter.

Ini sebagai penanda betapa dahsyatnya banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut.

Di tengah proses pemulihan yang belum sepenuhnya rampung, Gerakan Anak Negeri (GAN) hadir membawa semangat baru bagi para siswa.

Berkolaborasi dengan PMI Kabupaten Bogor dan Bogor Peduli Bencana, GAN menyalurkan 200 paket seragam dan perlengkapan sekolah untuk siswa terdampak di SDN 2 Peusangan Siblah Krueng dan SMPN 1 Peusangan Siblah Krueng.

Baca Juga: Sudewo Kena OTT, Puluhan Warga Pati Gelar Tumpengan dan Bawa Karangan Bunga ke KPK

Bantuan tersebut menjadi angin segar bagi siswa yang sebelumnya kehilangan seragam dan perlengkapan belajar akibat terendam banjir.

Salah satu siswa SDN 2 Peusangan Siblah Krueng, Saskia Ulfa mengaku seragam sekolahnya hilang saat air bah datang menerjang rumahnya.

"Tidak punya seragam ganti," ucapnya lirih.

Ketika menerima paket bantuan, wajahnya langsung berubah cerah.

Baca Juga: VIRAL Bahlil Sampai Nyebut wa yamna'unal ma'un Jika Perang Terjadi! Indonesia Cuman Tahan 21 Hari Tanpa Energi!

"Senang," ucapnya singkat sambil tersenyum.

Kepala SDN 2 Peusangan Siblah Krueng, Saiful Bahri mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas kepedulian GAN terhadap para siswanya.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak Gerakan Anak Negeri. Semoga ke depannya Gerakan Anak Negeri semakin jaya," ujarnya.

Ia menyebut, sekitar 150 siswa di sekolah tersebut terdampak banjir dan banyak di antara mereka yang harus kembali ke sekolah tanpa seragam lengkap.

"Selama ini mereka baru bisa memakai apa yang ada. Harapan kami semoga ada lagi bantuan, termasuk seragam pramuka untuk anak-anak kami," tambah dia.

Kondisi yang tak kalah berat juga terjadi SMPN 1 Peusangan Siblah Krueng.

Plt Kepala Sekolah, Masrizal S mengungkapkan, hampir seluruh wilayah desa terdampak banjir.

"Bisa dikatakan hampir 100 persen wilayah di kecamatan ini terdampak. Bahkan ada siswa kami yang kehilangan rumah," katanya.

Baca Juga: Tak Terima Anak Dibawa-Bawa di Persidangan, Ammar Zoni Naik Pitam hingga Singgung Soal Akhirat

Saat banjir terjadi, sekolah tidak dapat langsung diakses lantaran air dan lumpur meredam ruang-ruang kelas hingga ketinggian hampir dua meter.

"Kami masuk pun hari ketiga. Saat itu masih penuh lumpur, sangat tebal. Setelah itu kami bersama guru-guru bergotong royong membersihkan sekolah. Kami tidak hanya menunggu bantuan," ujarnya.

Masrizal mengapresiasi berbagai pihak yang membantu proses pembersihan, termasuk TNI dan pemerintah daerah.

Namun ia menegaskan, dukungan seperti yang diberikan GAN sangat berarti bagi keberlangsungan pendidikan siswa.

Baca Juga: Mahfud MD Kritik Aparat, Pertanyakan Integritas Sistem, Kenapa Banyak Kasus Berhenti di Tengah Jalan

"Ini sangat membantu kondisi kami saat ini, bahkan lebih dari ekspektasi kami. Terutama bagi siswa-siswa kami yang memang sangat membutuhkan," tutur dia.

Saat ini, sekitar 49 siswa di SMP tersebut tercatat terdampak langsung.

Meski kegiatan belajar mengajar sudah kembali berjalan, proses pemulihan masih terus dilakukan.

Beberapa sudut sekolah masih menyisakan debu tebal dan bekas lumpur yang mengering.

Penasihat Gerakan Anak Negeri, Hazairin Sitepu menegaskan, bantuan ini bukan sekadar pembagian seragam, melainkan bagian dari komitmen menjaga masa depan anak-anak di tengah situasi sulit.

"Bencana boleh saja merusak bangunan dan merenggut harta benda, tetapi jangan sampai memutus pendidikan anak-anak," ucapnya.

"Kami ingin mereka tetap bersekolah dengan layak dan kembali percaya diri," smabung Hazairin Sitepu.

Menurut Hazairin, kolaborasi bersama PMI Kabupaten Bogor dan Bogor Peduli Bencana menjadi bukti kepedulian lintas daerah dapat menghadirkan harapan bagi masyarakat terdampak.

Di tengah ruang kelas yang masih berdebu dan halaman sekolah yang belum sepenuhnya pulih, tawa anak-anak yang kembali mengenakan seragam baru menjadi simbol semangat untuk bangkit tak pernah padam.

Baca Juga: Viral Pernyataan Menkeu Purbaya Soal MBG Sebut Jangan Banyak Protes! Kok Gitu? Begini Penjelasannya

"Bagi para siswa di Peusangan Siblah Krueng, bantuan ini bukan hanya tentang pakaian sekolah. Ia adalah tanda bahwa mereka tidak sendiri," tutur dia.***