POJOKSATU.ID - Presiden Prabowo Subianto secara resmi menggelar pertemuan penting bersama jajaran komisaris dan direksi Himpunan Bank Negara di Istana Merdeka Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut Kepala Negara menegaskan kembali mengenai peran yang sangat strategis dari bank-bank milik negara tersebut bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Usai pertemuan berlangsung Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani memaparkan kondisi riil kekuatan finansial Himbara saat ini.
Berdasarkan penjelasannya nilai kapitalisasi pasar gabungan dari seluruh bank anggota Himbara kini diperkirakan telah mencapai angka sekitar Rp1.100 triliun.
Baca Juga: Dialog Presiden Prabowo dan Coach John: Obsesi Lolos Piala Dunia dan Kesiapan Skuad Garuda
Angka fantastis tersebut secara akumulatif mencerminkan sekitar sepuluh persen dari total nilai seluruh perusahaan nasional yang terdaftar di bursa.
Secara rinci kekuatan ini didominasi oleh Bank Mandiri yang mencatatkan nilai kapitalisasi pasar kurang lebih sebesar Rp450 triliun.
Selanjutnya Bank Rakyat Indonesia juga berada pada posisi yang kuat dengan mencatatkan angka yang sedikit berada di atas Bank Mandiri.
Sementara itu Bank Negara Indonesia berada pada level performa finansial dengan nilai pasar yang hampir menyentuh Rp200 triliun.
Baca Juga: Komitmen Pemerintah Perkuat Sepak Bola Nasional dan Peluang Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN
Sisa dari total nilai gabungan tersebut kemudian dilengkapi oleh kontribusi dari Bank Syariah Indonesia serta Bank Tabungan Negara.
Melihat potensi keuangan yang sangat besar ini pemerintah berharap perbankan negara dapat menjadi motor penggerak utama dalam menjaga stabilitas domestik.
Nilai pasar yang masif tersebut membuktikan bahwa kepercayaan investor terhadap institusi keuangan milik negara masih sangat tinggi.
Presiden berharap kekuatan modal ini dapat dikonversi menjadi program-program konkret yang berdampak langsung pada penguatan struktur ekonomi makro.
Melalui pengelolaan modal yang kuat Himbara diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan utama dalam menghadapi berbagai ketidakpastian global di masa depan.***




