POJOKSATU.ID – Belum lama ini publik tengah dihebohkan dengan kasus Priya Nailuredha Thoriq (16), siswa SMAN 6 Garut, Jawa Barat.
Seperti diketahui, Priya Nailuredha Thoriq berakhir meninggal dunia usai melakukan aksi bunuh diri lantaran depresi karena diduga kerap jadi korban bullying.
Usut punya usut, korban yang berakhir tragis itu ternyata disinyalir sempat tidak hadir ke sekolah kurang lebih 1 bulan lamanya dikarenakan sakit.
Namun, Priya Nailuredha Thoriq yang mengalami gangguan kesehatan itu justru tidak dijenguk oleh pihak SMAN 6 Garut.
Sebagaimana dilansir Pojoksatu.id dari kanal Youtube Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada Senin (21/7/2025).
Dalam unggahan kontennya, Yulia Wulandari selaku wali kelas korban turut menanggapi perkara jenguk tersebut.
Baca Juga: KORMI Kota Bekasi Lepas 73 Pegiat Ikuti FORNAS di NTB
Namun, Yulia justru tidak langsung menjawab pertanyaan Dedi terkait sebab dirinya tidak menjenguk korban.
Di mana, wali kelas korban itu menjawab dengan pernyataan berupa perbandingan dengan siswa lain yang juga tidak dijenguk.
“Kebetulan bapak, untuk saat itu bukan hanya almarhum (Priya) yang sakit, itu ada A (siswa lain) yang sakit,” jelasnya.
Baca Juga: Riset IPSOS: E-Commerce Favorit Konsumen Ini Unggul dalam Kepuasan Belanja Online
“Sama-sama dirawat, juga sama-sama penyakit yang sama tipes, untuk A sama juga, saya dan rekan-rekan almarhum tidak menjenguk A,” lanjutnya.
Mendengar jawaban Yulia, Gubernur Jawa Barat tampak tersenyum tipis lantaran pertannyaannya dijawab di luar konteks.
Oleh karena itu, Dedi kembali mencecar wali murid korban agar Yulia menjawab sesuai apa yang dipertanyakan.
Baca Juga: Kajari Madina Dipanggil KPK Buntut Kasus OTT Dinas PUPR, Ini Tanggapan Kejati Sumut
“Kenapa gak dijenguk pertanyaan saya,” jelas Gubernur Jawa Barat dalam forum mediasi dengan keluarga korban.
Setelah kembali dicecar, Yulia sontak menjawab dengan pernyataan efektif sesuai dengan pertanyaan Dedi.
Menurutnya, Priya tidak dijenguk meski sudah sakit selama 1 bulan karena terkendala akses transportasi.
Baca Juga: Road to MILO ACTIV Indonesia Race 2025 Medan Series : Diikuti 4.200 Pelari dengan Antusias
Yang mana, Yulia menyebutkan penyebab dirinya tidak menjenguk muridnya itu lantaran tidak bisa menggunakan sepeda motor.
“Begini bapak, pada saat itu, rekan-rekannya pada sibuk banyak kegiatan ekskul, kalau saya waktu itu sudah minta bantuan,” jelasnya.
“Saya sudah ada keginginan bapak, karena posisinya saya kan ada kekurangan, saya tidak bisa naik motor, kedua jauh,” lanjutnya. ***
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Versi Android/ Versi iOS
Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:
Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov



