POJOKSATU.ID – Kasus kematian anggota TNI AD, Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23) belum lama ini kian ramai disorot publik.
Seperti diketahui, Prada Lucky berakhir meninggal dunia usai dianiaya sejumlah seniornya saat di barak.
Tidak heran, ayah Prada Lucky, Serma Christian Namo yang mengetahui hal tersebut sontak murka ke aparat TNI.
Baca Juga: Pasca Kericuhan Demo, Kondisi Pendopo PATI Tampak Sepi, Belasan Brimob Menjaga Ketat
Namun, Serma Christian Namo yang sempat meragukan integritas TNI itu berakhir menuturkan permintaan maaf.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platorm Facebook milik Fanda Fathar pada Jumat (15/8/2025).
Dalam unggahannya, ayah Prada Lucky menuturkan permohonan maaf tersebut lantaran sempat emosi saat mengetahui kematian anaknya.
“Saya Serma Christian Namo ayah almarhum Prada Lucky Chepril Saputra dengan penuh ketulusan dan rasa hormat mewakili keluarga menyampaikan pernyataan ini,” terangnya.
“Pertama saya memohon maaf pada pimpinan TNI dan jajaran TNI, masyarakat dan bangsa Indonesia,” lanjutnya.
“Atas ucapan saya yang sempat menimbulkan kegaduhan di media elektronik dan media sosial," katanya,” imbuhnya.
Christian Namo juga menyampaikan dengan jelas bahwa dirinya tidak ada maksud untuk merendahkan integritas TNI.
Tidak hanya itu, dirinya juga menyampaikan keikhlasannya terkait kepergian putra kebanggaannya.
“Saya ingin menegaskan bahwa tidak ada sedikitpun niat saya untuk merendahkan, mencemarkan nama baik TNI,” jelasnya.
Baca Juga: Almira Diduga Hamil Duluan Sebelum Dinikahi Tersangka Aditya Hanafi Pembunuh Rekannya Karya Pertiwi
“Justru saya berharap kita semua bersatu untuk menjaga keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” terangnya.
“Terkait kepergian putra saya, saya sudah mengikhlaskan dan menyerahkan sepenuhnya pada hukum,” imbuhnya.
“Agar pihak-pihak yang terbukti terlibat diproses secara adil dan tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tandasnya.
Baca Juga: Kronologi Siswi SD di Kampung Baru SBT Maluku Jadi Korban Rudapaksa Oknum Kepsek Hingga Hamil
Seperti diketahui, saat setelah mengetahui anaknya tewas dianiaya, Christian Namo sontak tersulut emosi.
Dalam hiruk pikuk amarahnya, dirinya mengatakan dengan jelas bahwa nilai-nilai negara tidak pantas ditegakkan apabila keadilan diredupkan.
“Nyawa saya taruhan, kalau keadilan ini tidak ditegakkan, percuma. Indonesia bubar, bubarkan Indonesia, merah putih saya pakai buat apa,” terangnya.
Baca Juga: Oknum Kepsek SD Kampung Baru di SBT Maluku Diduga Rudapaksa Siswi Hingga Hamil
“Anak tentara saja dibunuh kok, bagaimana mau yang lain. Saya tidak punya kekuatan tapi keadilan, tapi Tuhan pasti punya,” lanjutnya. ***
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Versi Android/ Versi iOS
Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:
Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov



