POJOKSATU.ID – Belum lama ini kasus mengenaskan kembali terjadi di kawasan ujung timur, Papua.
Yang mana, pasangan suami-istri (pasutri) Dani dan Gebi dikabarkan nyaris menjadi korban tindak pidana.
Sebab, mereka sempat disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di tempat pertambangan.
Usut punya usut, korban sandera pria yang bernama Dani itu ternyata seorang Kepala Dusun di salah satu distrik Papua.
Sebagaimana halnya dikutip Pojoksatu.id dari portal media Antaranews.com pada Sabtu (12/4/2025).
Dalam artikelnya, Kasatgas Humas Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo turut menanggapi kasus tersebut.
Baca Juga: Lisa Mariana Luluh Karena Ridwan Kamil Seperti Sosok Ayah, Terbujuk Rayu Saat Umurnya 21 Tahun
Yusuf menuturkan bahwa para korban telah dievakuasi usai melarikan diri dari jeratan para kawanan KKB.
“Pasutri itu sudah dievakuasi ke Dekai dengan helikopter Polri pada hari Jumat (11/4/2025),” jelasnya.
Diketahui, ditangkapnya pasutri ini usai para kawanan KKB melakukan penyerangan di wilayah pertambangan.
Yang mana, dalam aksi tersebut diketahui telah banyak memakan korban akibat perbuatan para pelaku.
Berdasarkan informasi dihimpun, terdapat tiga jenazah yang ditemukan pasca penyerangan tersebut.
“Hingga saat ini baru tiga jenazah. Ketiga jenazah ini kini berada di RSUD Dekai,” jelas dikutip dari laporan artikel.
Baca Juga: Geger! Sepasang Kekasih Berakhir Ditangkap Polisi Usai Kepergok Buang Janin Hasil Aborsi di Bintaro
Lebih lanjut, Dani dan Gebi yang sempat ditawan ini justru ditinggal pergi para pelaku KKB begitu saja.
Sebab, para pelaku tindak pidana itu mengetahui bahwa Dani merupakan seorang Kepala Dusun dan penduduk asli Papua.
“Pasutri itu ditinggalkan KKB di Lokasi 22 karena Dani adalah kepala dusun yang juga orang Papua asli (OAP),” lanjut dalam laporan. ***



