POJOKSATU.id - Sosok pria yang sempat viral karena menyebut insentif Rp6 juta per hari dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya buka suara.
Setelah menuai hujatan, ia memberikan klarifikasi lengkap pada akun media sosial @hendrikirawan mbg soal angka yang sempat memicu polemik tersebut.
Pria bernama Hendri itu mengakui video sebelumnya memang menimbulkan kesalahpahaman. Ia pun meminta maaf kepada publik atas kegaduhan yang terjadi.
Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa Rp6 juta bukan berasal dari jatah makanan siswa.
Dana itu disebut sebagai insentif resmi dalam skema program, bukan hasil pengurangan kualitas atau porsi makanan.
Ia juga mengungkap fakta lain yang cukup mengejutkan. Untuk membangun dapur SPPG, dirinya mengaku telah mengeluarkan dana pribadi hingga Rp3,5 miliar.
"Jadi dari Pak Presiden Prabowo memberikan apresiasi, bahwa saya membangun dapur yang bagus. Jujur saja kami belum balik modal sampai sekarang. Lalu uang itu, bukan Rp6 juta dikali 30 hari, tapi dikalikan 24 hari," ucapnya dalam video dikutip Pojoksatu.id.
Baca Juga: WFH Hari Jumat Dinilai Rawan Disalahartikan, DPR Soroti Potensi Libur Terselubung
Menurutnya dana besar itu digunakan untuk membangun fasilitas dapur dari nol, lengkap dengan peralatan dan standar operasional yang memadai.
Hendri menegaskan, insentif yang diterima bukan keuntungan instan. Ia bahkan mengaku sampai saat ini belum balik modal dari investasi miliaran tersebut.
Selain itu, ia juga meluruskan perhitungan insentif yang kerap disalahpahami.
Baca Juga: WFH Hari Jumat Dinilai Rawan Disalahartikan, DPR Soroti Potensi Libur Terselubung
Angka Rp6 juta per hari tidak berjalan penuh selama 30 hari, melainkan hanya sekitar 24 hari operasional.
Ia menilai hal inilah yang membuat publik salah menangkap besaran keuntungan sebenarnya.
Di tengah kritik yang datang, Hendri justru membuka diri. Ia mengundang masyarakat untuk melihat langsung dapur yang ia kelola.
Bahkan ia menawarkan makan gratis sebagai bentuk transparansi.
Baca Juga: Sungai Kutanegara Diduga Tercemar, Satgas Citarum Harum Amankan Sampel Limbah
Dengan pengalaman hampir 20 tahun di dunia katering, ia mengaku siap menjaga kualitas makanan dalam program tersebut.
Meski klarifikasi sudah disampaikan, perdebatan di media sosial masih terus berlangsung.***




