POJOKSATU.id, PANDAN—Tepat seminggu pasca bencana banjir dan longsor di Tapanuli Tengah (Tapteng) masih banyak korban longsor yang belum dievakuasi dari lokasi.

Bupati Tapteng Masinton Pasaribu menyebut petugas gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polri, BNPB dan unsur terkait lainnya hanya sekitar 80 orang.

Tapteng juga masih terisolir hanya bisa ditembus melalui jalur darat dari kecamatan Subulussalam Aceh Singkil.

“Banyak titik longsor yang belum bisa dievakuasi karena material menimbun dan akses tertutup,” kata Bupati Tapteng dikutip dari akun Facebook resmi Tapteng, Selasa (2/12/2025).

Baca Juga: Zulhas: Saya Siap Bertanggung Jawab Dunia Akhirat, Untuk Menjawab Isu Hutan! Yakin Bener Nih Pak Menteri!

Menurutnya, saat ini kekuatan personel hanya sekitar 80 orang dari Basarnas, TNI, Polri, BNPB dan unsur terkait, yang dikerahkan di lapangan.

Jalur Darat Putus

Hampir seluruh jalur darat menuju Tapteng tidak bisa dilalui. Banyak jembatan putus dan badan jalan amblas.

Akses dari Tapanuli Selatan, Tarutung, Tapanuli Utara, dan Pakpak Bharat putus total. Saat ini satu-satunya jalur yang masih bisa ditembus ke Tapteng adalah rute kecamatan Subulussalam, Aceh Singkil.

Baca Juga: Sumut Masih Berduka, Viral Warga Malah Party Gila-Gilaan di Sumbar, Netizen Sebut Kok Tega?

Hingga kini Tapteng dalam kondisi gelap gulita karena listrik belum pulih. Internet dan jaringan komunikasi juga terganggu berat.

“Kami telah koordinasi dengan PLN dan provider jaringan. Air bersih kritis karena sumber air tertimbun longsor. Kami sangat membutuhkan alat penyaring air,” tegas Bupati Tapteng.

Daerah paling parah terdampak berada di Kecamatan Tukka, Kecamatan Pandan dan Kecamatan Sitahuis.

Hingga Senin (1/12/2025), jumlah korban meninggal di Tapteng mencapai 86 orang, sementara jumlah korban hilang mencapai 104 orang. ***