POJOKSATU.ID - Peristiwa meninggalnya Affan Kurniawan masih dalam proses penyelidikan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). 

Saat ini Komnas HAM mulai mengumpulkan rekaman CCTV pada saat kejadian meninggalnya pengemudi ojek berusia 21 tahun itu. 

Affan Kurniawan diduga ditabrak dan dilindas kendaraan taktis polisi saat aksi unjuk rasa di Jakarta pada 28 Agustus 2025.

Baca Juga: Ketahui Lebih Jauh Aplikasi Notion, Solusi Cerdas Mahasiswa Atur Catatan, Tugas Hingga Proyek

Terkini, Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin P. Siagian menyebut langkah ini dilakukan agar seluruh fakta bisa terang benderang.

“Kami menyurati secara resmi berbagai instansi yang ada di sepanjang jalan untuk mendapatkan rekaman CCTV, baik sebelum kejadian, saat kejadian, maupun setelah kejadian,” ujar Saurlin dikutip Selasa (3/9/2025). 

Lebih lanjut, Saurlin menekankan pentingnya rekaman video dari kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian di Pejompongan, Jakarta Pusat.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Wajib Tahu, Jadwal Pakaian Dinas Berdasarkan Permenpan RB, Jangan Sampai Salah!

Menurutnya, bukti visual itu diperlukan untuk memastikan kebenaran kronologi peristiwa yang melibatkan kendaraan taktis milik Korps Brimob Polri.

“Potongan-potongan fakta yang beredar ini mesti kita verifikasi, termasuk video yang katanya ada dorongan. Itu perlu dipastikan secara forensik digital, apakah benar terjadi atau hasil editing,” kata Saurlin.

Ditegaskan Komisioner Komnas HAM itu jika pihaknya terbuka menerima informasi tambahan dari masyarakat.

Baca Juga: Ketua Carteker Tetapkan Panitia, Musorkablub KONI Cirebon Digelar 16 September

Rekaman video, foto, atau keterangan saksi dari warga akan sangat membantu dalam proses penyelidikan.

“Dengan sangat terbuka kami akan menerimanya,” tegas Saurlin. 

Selain rekaman dari CCTV maupun warga, Komnas HAM juga berupaya mendapatkan data komunikasi internal aparat kepolisian yang berada di dalam kendaraan taktis saat insiden berlangsung.

Baca Juga: Pesan Mensos Gus Ipul Pada Setiap Rupiah di Sekolah Rakyat adalah Harapan Dalam Pengelolaan Keuangan.

Menurut Saurlin, percakapan aparat sebelum, saat, dan sesudah kejadian bisa menjadi kunci untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.

“Hal itu penting untuk mendapatkan keseluruhan fakta-fakta yang dibutuhkan Komnas HAM dalam menyusun laporan pemantauan,” ujarnya.

Di sisi lain, Komnas HAM memastikan akan melakukan penyelidikan independen agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka. 

Baca Juga: Siswa SMKN 14 Tangerang Tewas Saat Ikut Demo Ricuh di DPR, KPAI Minta Polisi Transparan

Rekomendasi nantinya akan disampaikan kepada pihak terkait sesuai mandat kelembagaan.

Hingga kini, langkah ini diambil untuk menjawab kegelisahan publik yang menuntut kejelasan kasus meninggalnya Affan Kurniawan. 

Komnas HAM pun menyebut akan kerja sama dari berbagai pihak akan mempercepat proses pengungkapan fakta.

Baca Juga: Profil dan Rekam Jejak Zetro Leonardo Purba, Diplomat KBRI di Peru yang Ditembak Hingga Tewas

“Kami ingin memastikan laporan yang lahir nanti benar-benar berdasarkan fakta yang terverifikasi, bukan sekadar potongan informasi,” tukas Saurlin.***