POJOKSATU.ID - Setiap tanggal 24 Juni, masyarakat Indonesia memperingati Hari Bidan Nasional sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi para bidan.

Momentum tahun 2026 ini menjadi pengingat betapa krusialnya peran bidan dalam sistem kesehatan masyarakat kita.

Bidan bukan sekadar profesi medis, melainkan garda terdepan dalam menjaga keselamatan ibu melahirkan dan bayi baru lahir.

Sejarah mencatat bahwa peringatan ini bertepatan dengan berdirinya Ikatan Bidan Indonesia (IBI) pada tahun 1951 silam.

Baca Juga: Dukung Program Prioritas Kemenag, Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran Puluhan Triliun

Sejak saat itu, organisasi ini terus bergerak maju demi meningkatkan standar kompetensi kebidanan di tanah air.

Di berbagai daerah pelosok dan kepulauan, kehadiran seorang bidan sering kali menjadi satu-satunya harapan bagi ibu hamil.

Mereka rela bertaruh nyawa menghadapi medan jalan yang sulit demi memberikan pertolongan persalinan yang layak.

Dedikasi tanpa pamrih ini sepatutnya mendapatkan apresiasi yang setinggi-tingginya dari seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah.

Baca Juga: Dorong Kualitas Pendidikan Keagamaan, Kemenag Fokus Tingkatkan Insentif Bulanan Guru

Melalui peringatan ini, kita juga diajak untuk lebih peduli terhadap isu-isu kesehatan ibu dan anak yang masih dinamis.

Tantangan seperti penurunan angka stunting dan mortalitas ibu melahirkan menjadi fokus utama para bidan saat ini.

Pemerintah sendiri terus berupaya mendukung profesi ini melalui peningkatan fasilitas fasilitas kesehatan di tingkat desa.

Pelatihan berkala dan jaminan kesejahteraan yang lebih baik juga terus disuarakan oleh organisasi profesi.

Dengan sinergi yang kuat antara bidan, masyarakat, dan pemerintah, kualitas kesehatan generasi penerus bangsa akan semakin terjamin.

Mari kita manfaatkan momentum 24 Juni ini untuk mengucapkan terima kasih yang tulus kepada bidan di sekitar kita.

Selamat Hari Bidan Nasional 2026 untuk seluruh bidan hebat yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Semoga semangat pengabdian mereka tidak pernah padam demi mengawal lahirnya generasi emas Indonesia.***