POJOKSATU.id, BALI—Kasus kematian tragis mahasiswa semester 7 jurusan Sosiologi, FISIP, Universitas Udayana (Unud) Bali, Timothy Anugerah Saputra, menyisakan misteri.
Jika dia bunuh diri, apa penyebabnya? Dan sebaliknya, jika Timothy bukan bunuh diri, kenapa bisa jatuh dari lantai 4 gedung FISIP tempat dia kuliah selama ini.
Namun fakta baru diungkap ayahnya bahwa selama 5 bulan belakangan, dia tinggal bersama ibunya di Bali.
Sementara sang ayah tetap menetap di rumah mereka di Bandung, Jawa Barat.
Baca Juga: Tiga Calon Dokter Unud Ditindak Tegas dari RSUP Ngoerah Buntut Ejek Kematian Korban Timothy Anugerah
Dalam wawancara dengan KompasTV, Senin (20/10), Lukas Triana Putra, ayah Timothy menyebutkan bahwa selama 5 bulan terakhir, Timmy sapaan akrab Timothy, tinggal bersama ibunya di Bali.
Sedangkan Lukas tetap menetap di Bandung, di rumah mereka di sana.
Disebabkan kondisi ayah dengan Timothy dan ibunya yang berjauhan, Lukas hanya bisa berkomunikasi dengan anaknya dan istrinya melalui telepon.
"Saya menanyakan selalu apa ada masalah di kampus ? Apa ada masalah dengan teman-teman Timmy ?" katanya saat diwawancarai Kompas TV.
Baca Juga: Kapolsek Ungkap di Lantai 4 Gedung Unud Ada Pagar, Timothy Lebih Condong Sengaja Jatuhkan Diri
Namun anak semata wayangnya mengatakan bahwa dia tidak ada masalah dengan itu.
Ayahnya juga mengatakan, selama 7 semester kuliah di Unud Bali, Timmy tidak pernah bercerita kalau dia dibully.
Dia juga tidak pernah mendengar kalau anaknya dibully atau diejek di kampus.
Sempat Terlambat Bicara
Lukas menceritakan kondisi Timmy yang sempat terlambat berbicara saat kecil. Dimana Timmy baru bisa bicara di usia 3 tahun karena telinganya sempat tersumbat.
Setelah dibawa ke dokter, masalah tersebut selesai dan Timmy pun bisa bicara dan mendengar dengan baik hingga dewasa.
Lukas juga menceritakan kalau Timmy sejak kecil sudah lancar berbahasa Inggris disebabkan memulai pendidikannya di sekolah internasional di Bandung.
Hal itu membuatnya lebih terbiasa berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris sejak kecil.
“Kita masukkan ke sekolah internasional, jadi dia lebih menguasai bahasa Inggris dibanding Indonesia,”kata Lukas.
“Kelas 3 dan 4 kita pindahkan ke sekolah lokal yang holistik. Dari situ kita pun mendampingi dengan les bahasa Indonesia agar bahasa Indonesianya bisa lancar," katanya lagi.
Menurutnya, dalam setiap postingan video Timmy, dia berbicara bahasa Indonesia yang baku. Hal itu tidak terlepas dari masa kecilnya yang bersekolah di sekolah internasional.
"Jadi kalau bisa dilihat bahasa Indonesianya baku sekali, jadi kesannya banyak yang bully ngelihat anak saya kayak anak kecil cara bicaranya. Karena dari kecilnya memang seperti itu," katanya.***




