POJOKSATU.id, JAKARTA— Dua nama terus mengemuka sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) pengganti Budi Gunawan. Isu pergantian kepala BIN memang terus muncul jelang Pemilu 2024 nanti.

Dua nama yang beredar di publik sebagai pengganti Budi Gunawan antara lain mantan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman dan mantan Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono.

Dua nama dari kalangan TNI ini disebut-sebut memiliki kapasitas dan layak mengisi posisi Kepala BIN.

Direktur National Maritime Institute (Namarin) Siswanto, menilai jika kondisi mengganti Kepala BIN ini harus dilakukan oleh Jokowi, maka pilihan paling tepat seharusnya jatuh kepada Laksamana Yudo.

Baca Juga: PKB Dukung Usulan Hak Angket yang Diajukan PDIP Soal Putusan MK, Urusannya Makin Panjang

Siswanto dilansir RMOL, Jumat (3/11) mengatakan, Kepala BIN ini bukan hanya sekadar mengurusi persoalan Pemilu saja, tapi ada suatu capaian yang lebih besar dalam membendung eskalasi konflik di kawasan, sebut saja di Laut China Selatan.

Menurut dia, kapasitas Yudo sebagai mantan Panglima TNI dan KSAL, begitu paham dengan dinamika konflik seperti itu.

“Seharusnya, kapasitas kelembagaan intelijen kita lebih banyak berbicara outward looking dalam posisinya menjaga kedaulatan kita dalam konteks geopolitik,” jelasnya.

Pengamat maritim yang dikenal kritis ini melihat lebih jauh bahwa dinamika kawasan dan kemaritiman Indonesia begitu tinggi ke depan.

Baca Juga: Anies dan Cak Imin Pasang Simbol Perlawanan Palestina, Buah Semangka

“Paling tidak sebagai penyuplai data dan informasi ke presiden dalam merumuskan kebijakan maritim bisa lebih baik. Apalagi presiden harus menuntaskan janji poros maritim yang sudah didengungkan sejak 2014,” ungkapnya.

Maka dari itu, dia setuju jika ada wacana penggantian Kepala BIN dari BG ke Laksamana Yudo. Terlebih sebagai orang yang concern di bidang maritim, Siswanto melihat ketika Jokowi memilih Yudo, maka akan tercipta sejarah baru dari dunia intelijen kita.

“Kalau Pak Yudo menjabat Kepala BIN, ini menjadi sejarah baru karena baru kali pertama, Kepala BIN dipegang dari matra laut,” pungkasnya.

Baca Juga: Akui Dekat Jaksa Agung ST Burhannuddin dan Istri, Celine Evangelista : Seromantis Itu Aku sama Indung dan Papa

Sementara itu, Analis politik dan militer Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting memperkirakan Budi Gunawan diganti oleh Jenderal Dudung Abdurachman yang akan memasuki masa pensiun pada 1 Desember 2023.

Ginting melalui keterangan pers yang diterima, Selasa (24/10) menyebutkan, konflik politik yang tidak bisa dihindari antara Presiden Jokowi dengan Ketua Umum PDIP Megawati inilah yang memaksa Jokowi akan mengganti Kepala BIN dalam beberapa hari ini.

Menurut Ginting, Dudung menjadi pilihan bagi Presiden Jokowi, karena membutuhkan dukungan dari elite militer yang kuat.

"Sebagai jenderal bintang empat, Dudung diharapkan dapat membuat analisis intelijen terakhir dalam pertarungan politik Pemilu 2024," kata Selamat Ginting.

Ginting menjelaskan, dalam era Reformasi, Budi Gunawan merupakan yang terlama menjadi Kepala BIN sejak September 2016.****