POJOKSATU.id, KUKAR— Viralnya kasus menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pamekasan Jatim menggunakan kelapa muda utuh, mengungkap fakta bahwa di Muara Badak, Kukar, Kaltim, juga terjadi hal sama.
Kepala SPPG Gas Alam Badak 1, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar), Alih Tugas Abdi, memberikan tanggapan video viral yang menampilkan pendistribusian MBG berupa kelapa muda utuh untuk siswa SDN 001 Muara Badak.
"Video tersebut disalahartikan dan seolah-olah buah yang para siswa terima hanyalah kelapa muda," kata dia dalam keterangan videonya yang diunggah di akun @sppg_gasalambadak1, dikutip Minggu (15/2).
Abdi menuturkan, dapurnya menyediakan dua jenis menu yaitu keringan dan basah. Menu keringan terdiri dari kelapa muda utuh, roti ambon, telur mentah, dan susu.
Baca Juga: MBG Kelapa Muda Tanpa Dikupas di Pamekasan, Kepala SPPG Bela Diri Sebut Percobaan Jelang Ramadhan
Sedangkan menu basah berupa nasi putih, telur kecap, tahu goreng tepung, tumis wortel jagung, dan semangka.
Namun Abdi mengakui menu kelapa muda utuh tak umum disajikan dalam MBG sehingga menu itu berpengaruh pada persepsi masyarakat.
"Atas terjadinya insiden video viral dari menu yang kami berikan, saya beserta staf memohon maaf," jelasnya.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (05/02/2026) di Dapur SPPG Gas Alam Badak 1, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kaltim.
Baca Juga: Lengkap! Ini Daftar 96 BUMN dan Anak Usaha BUMN di Indonesia
Menu kelapa muda diberikan sebagai bagian dari pengganti hari libur akibat kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) guru.
Penggantian dilakukan karena keterbatasan ketersediaan buah pada minggu tersebut. Buah jeruk yang tersedia tidak diberikan dengan pertimbangan kesehatan, apabila dikonsumsi bersamaan dengan susu.
Setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah, disepakati penggunaan kelapa muda sebagai alternatif. Berdasarkan keterangan guru, sebanyak 262 siswa penerima manfaat menerima menu tersebut dengan antusias.
Video yang viral diketahui hanya menampilkan pembagian kelapa muda, tanpa memperlihatkan keseluruhan paket menu, sehingga memunculkan persepsi seolah siswa hanya menerima satu buah kelapa.
Pihak sekolah dan SPPG telah menghapus unggahan tersebut, serta berkomitmen menyampaikan klarifikasi agar informasi yang beredar tetap utuh dan berimbang.
Polres Bontang Turun Tangan
Kasi Humas Polres Bontang, AKP Dany, menyampaikan tanggapan resmi atas video yang beredar tersebut.
“Menindaklanjuti video yang viral, Polres Bontang telah melakukan klarifikasi langsung kepada pihak terkait. Berdasarkan hasil pengecekan, menu yang diberikan bukan hanya kelapa muda, tetapi satu paket lengkap sesuai ketentuan,” katanya.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh potongan video tanpa konteks dan tetap bijak dalam bermedia sosial,” beber Kasi Humas.***




