POJOKSATU.id, Medan - Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkontribusi terhadap perekonomian di Kota Medan. Dalam mendukung peningkatan UMKM, Pemerintah Kota (Pemko) Medan memberikan ruang seluas-luasnya dengan memberikan pasar terhadap produk pelaku UMKM.
Selain masuk ke dlaam E-Katalog Pemko Medan, para pelaku UMKM juga diberikan kesempatan untuk ikut dalam setiap event yang digelar. Di antaranya, Car Free Day (CFD), Beranda Kreatif (BeKraf) Medan serta yang teranyar adalah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-56 Tingkat Kota Medan tahun 2023 yang berlangsung selama sepekan di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU).
Menurut Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (FE USU) Wahyu Ario Pratomo membuktikan bahwa Pemko Medan memiliki kepedulian dan memperhatikan UMKM Kota Medan, terutama dalam upaya pengembangannya.
"Terlebih, pengembangan UMKM tersebut dapat meningkatkan kapasitasnya dari usaha mikro menjadi usaha kecil dan dari usaha kecil menjadi usaha menengah. Langkah tersebut menjadi fasilitasi yang dapat diambil Pemko Medan sesuai dengan visi Kota Medan yaitu terwujudnya masyarakat Kota Medan yang berkah, maju dan kondusif," ujar Wahyu saat dihubungi, Jumat (10/3).
Ditambahkannya juga, dengan berkembangnya UMKM akan membuka kesempatan kerja yang semakin besar sehingga pendapatan masyarakat Kota Medan menjadi lebih baik. Kondisi ini, imbuhnya, akan membuat Kota Medan menjadi kota berkah, karena semua masyarakat menikmati hasil ekonomi secara lebih merata.
"Medan bisa menjadi kota maju karena perekonomiannya semakin berkembang dan menjadi kota yang kondusif, karena berkurangnya masalah-masalah sosial seperti kemiskinan, pengangguran dan kriminalitas secara signifikan," pungkasnya mengakhiri.
BACA JUGA: Delapan Produk UMKM Kota Medan Diekspor ke Asia dan Eropa
Salah satu pelaku UMKM di Kota Medan, Muhammad Robiansyah yang kesehariannya berjualan bakso pentol, sosis gulung dan kentang gulir meraih omzet yang sangat fantastis. Setiap harinya selama MTQ berlangsung, jutaan rupiah berhasil diraupnya dari stand yang dinamakannya Batavia Food Cak Solo dan Tempe Mendoan.
“Alhamdulillah, saya sangat terbantu sekali berjualan di lokasi MTQ ini. Setiap harinya pendapatan saya bisa mencapai Rp.8 juta,” kata Robiansyah yang mengaku bermukim di Kecamatan Medan Tembung tersebut.
Begitu juga dengan Lolly, pelaku UMKM yang memiliki usaha dagang burger, kebab dan mozzarella ini pun mengaku penghasilannya meningkat di ajang CFD. Kebetulan pelaksanaan CFD bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Satpol PP ke-73, HUT Satlinmas ke-61 dan HUT Damkarmat ke-104.
"Sejak pagi saya berjualan, omzet mencapai Rp 2 jutaan. Sejak pagi sampai jelang siang ini, pembeli terus ramai. Lihat saja, dagangan saya hampir habis seluruhnya. Gitu pun masih saja ada pembeli yang datang, saya minta maaf tidak bisa melayaninya karena sudah habis,” ungkap Lolly dengan wajah berbinar.
Upaya pendampingan, penguatan dan dukungan terus diwujudkan pemerintah Kota Medan kepada para pelaku UMKM, yang merupakan tonggak perekonomian sehingga harus terus didukung untuk dapat berkembang, maju dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. (TIK/pojoksatu)
BACA JUGA: Bobby Nasution Desak Pelaku UMKM Melek Literasi Digital untuk Tembus Pasar Global




